Perempuan Dalam Islam

Bagaimana Pacaran yang Baik Menurut Islam, Pacaran Syar'i, Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

Asal usul awalnya timbul istilah pacaran yakni masa memasangkan pacar pada calon istri maka jelas pacaran yang dimaksud syar'i.

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
Tribun Sumsel/Vanda Rosetiati
Bagaimana pacaran yang baik menurut Islam, Pacaran Syar'i, ini kata Ustadz Adi Hidayat. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Bagaimana pacaran yang baik menurut Islam, Pacaran Syar'i, ini kata Ustadz Adi Hidayat.

Dikutip dari channel YouTube Tribunsumsel Ternyata Pacaran Itu Asalnya Syar'i, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan pacaran seperti yang masyarakat maksudkan sekarang ini sebenarnya sudah bergeser maknanya.

Pacaran kata Adi Hidayat sebenarnya syar'i atau sesuai hukum Islam. Istilah pacaran ini ada sejarahnya.

Dulu di penhujung Melayu, jika ada seorang lelaki suka terhadap perempuan yang dia inginkan jadi pasangannya, ada ketertarikan maka orang tersebut akan bertaaruf atau berkenalan mendatangi rumahnya di malam hari untuk menghadap bapaknya.

Lelaki itu tidak langsung masuk ke rumah si perempuan melainkan mengutarakan niat keingiannya dari luar rumah.

Lantas bapak si perempuan akan keluar sambil menanyakan apakah si lelaki itu serius. serius.

"Saat ditangkap (maksudnya) itulah, kemudian jika mengatakan serius akan ditandai pada calon istrinya dengan daun pacar," kata Ustadz Adi Hidayat.

Jika sudah ditandai dengan daun pacar maka kedua calon pasangan itu akan menunggu selama 40 hari.

Selama rentang waktu 40 hari tersebut, si perempuan akan belajar kepada ibunya cara menjadi istri yang baik.

Di pihak lelaki, calon suami juga akan belajar selama 40 hari untuk menjadi suami yang baik termasuk mencari nafkah.

"Masa menunggu ini disebut dengan pacaran dipacari, maksudnya diberikan daun pacar," katanya.

Jadi jika kembali pada asal usul awalnya timbul istilah pacaran yakni masa memasangkan pacar pada calon istri maka jelas pacaran yang dimaksud syar'i.

"Jadi pacaran itu bukan jalan-jalan muda-mudi. Masya Allah belum sah tiba-tiba jalan berduaan, naik becak sama-sama seakan-akan milik berdua dan tukang becaknya tidak ada. Bukan begitu," katanya di akhir penjelasan.

Itulah tadi artikel membahas Bagaimana pacaran yang baik menurut Islam, Pacaran Syar'i, ini kata Ustadz Adi Hidayat. Semoga bermanfaat.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved