Arti Kata Bahasa Arab

Arti Khudz Min Amwalihim Shodaqoh, Kutipan Surat At Taubah Ayat 103, Zakat-Sedekah Mensucikan Harta

Surat At Taubah Ayat 103 tentang penting dan wajibnya membayarkan zakat dan sedekah sebagai cara untuk membersihkan mensucikan harta yang kita miliki

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/lisma
Arti Khudż min amwālihim ṣadaqatan tuṭahhiruhum, Kutipan Surat At Taubah Ayat 103, Zakat, Sedekah Mensucikan Harta. 

 

103. Hai Rasulullah, Ambillah zakat dari orang-orang yang bertaubat dan mengakui kesalahan mereka itu, agar menyucikan mereka dari dosa-dosa dan menambah kebaikan mereka; sehingga mereka meraih keikhlasan kepada Allah.
Allah Maha Mendengar segala doa dan perkataan, dan Maha Mengetahui segala taubat dan perbuatan.

 

???? Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

103. Ambillah -wahai Rasul- dari harta mereka sebagai zakat yang akan membersihkan mereka dari noda-noda maksiat serta dosa dan mengembangkan kebaikan mereka. Dan panjatkanlah doa untuk mereka setelah kamu mengambil zakat dari mereka. Sesungguhnya doamu adalah rahmat dan ketentraman bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar doamu lagi Maha Mengetahui amal perbuatan dan niat mereka.

Demikian ajaran Allah yang mewajibkan semua insan yang ”mendapat kepercayaan titipan harta” dari Allah SWT, wajib baginya membersihkan harta tersebut dengan cara mengambil sebagian dari hartanya untuk diberikan kepada yang berhak.

Nabi SAW telah memberi isyarat dalam hadis bahwa ”Seseorang disebut kaya bukanlah karena banyak harta, tetapi orang yang kaya jiwa”. Maka, sesungguhnya orang yang gemar melakukan zakat, infak, sedekah adalah orang yang pasti kaya jiwa meskipun orang tersebut tidak berada dalam harta.

Orang yang dengan ringan tangan memberikan infak karena hatinya lapang adalah mendapat titisan Nabi SAW. Beliau sangat ”perasa” terhadap keberadaan ”kaum lemah ekonomi”, baik karena yatim maupun disebabkan kondisi lainnya.

 

Lalu jika memang zakat itu dilakukan untuk membersihkan harta dari hak orang lain, kenapa harus dibersihkan?

Jawabannya adalah jika seseorang menimbun harta hanya untuk dirinya sendiri, maka dia akan mendapatkan azab yang pedih. Hal ini sudah dijelaskan pada surat At-Taubah ayat 34 dan 35, dimana Allah Azza Wa Jalla berfirman

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْاَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗوَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙفَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ,

يَّوْمَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْۗ هٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ

Artinya adalah: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya banyak dari para rabi dan rahib benar-benar memakan harta manusia dengan batil serta memalingkan (manusia) dari jalan Allah. Orang-orang yang menyimpan emas dan perak, tetapi tidak menginfakkannya di jalan Allah, berikanlah kabar ‘gembira kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih”

Itulah arti Khudż min amwālihim ṣadaqatan tuṭahhiruhum, Kutipan Surat At Taubah Ayat 103, zakat-sedekah mensucikan harta.

Baca juga: Arti Ma Fi Qalbi Ghairullah, Kalimat Dzikir Singkat Bermakna Menguatkan, Tiada di Hati Selain Allah

Baca juga: Sholawat Tibbil Qulub Lengkap Tulisan Latin Terjemahan dan Keutamaannya

Baca juga: Arti Shumu Tashihhu, Hadits Nabi tentang Manfaat Puasa Bagi Tubuh, Puasalah Niscaya Kamu akan Sehat

Baca juga: Bacaan Surat Al Kahfi Ayat 1-10 Arab, Latin dan Arti, Keutamaan Membaca di Hari Jumat

Baca juga: Arti Ikhtilafu Ummati Rahmah, Kutipan Bahasa Arab Perbedaan adalah Rahmat, Bentuk Kasih Sayang Allah

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved