Guru Dibunuh di Mesuji Lampung

Sebelum Bunuh Rosiya Aprilia, Andre Armanda Ungkap Puisi Cinta ke Calon Istri, Ungkap Tempat Pulang

Selama satu tahun terakhir ini, Andre pelaku pembunuh calon istri di Mesuji, tampak bucin mengutarakan puisi dan kata-kata cinta untuk Rosiya Aprilia.

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Facebook/andre
Selama satu tahun terakhir ini, Andre pelaku pembunuh calon istri di Mesuji, tampak bucin mengutarakan puisi dan kata-kata cinta untuk Rosiya Aprilia. 

Lewat akun facebooknya, Susilo bak menghardik prilaku Andre Armanda tega membunuh putrinya.

"Ya allah sungguh biadab perbuatanmu ini manusia kau samakan sepeti hewan,'tulisnya, Jumat (1/3/2024).

Curhat Pilu Ayah Rosiya Aprilia Guru Muda di Mesuji Tewas Dibunuh Calon Suami
Curhat Pilu Ayah Rosiya Aprilia Guru Muda di Mesuji Tewas Dibunuh Calon Suami (Facebook/Susilo Silo)

Lebih jauh, Susilo mempertanyakan rasa kemanusiaan dari Andre Armanda karena menghabisi nyawa anaknya.

"Dimana rasa kemanusiaanmu sungguh tega kau menghabisi nyawa manusia dengan sadis manusia behati iblis,," ungkap Susilo kecewa.

Tak hanya menghardik tindakan dari Andre Armanda, Susilo menyampaikan isi hati tengah mengalami kesedihan mendalam

Susilo tampak tak percaya jika putri yang ia cintai harus tewas mengenaskan dibunuh oleh Andre Armanda yang merupakan calon suaminya.

"Ya allah begitu cepat engkau mengambilnya," tulis Susilo.

Bahkan Susilo juga meminta maaf lantaran merasa tak dapat menjaga putrinya hingga tewas mengenaskan.

"Maafkan ayahmu nak tidak melindungimu dan menjagamu dengan baik.

Sekali lagi maaf ayah dan ibumu semoga ekau diampuni segala dosa dan terima di sisimu ya allah.," sambungnya.

Dikenakan Pasal Pembunuhan Berencana

Kini, Atas perbuatannya, Andre Armanda dikenakan pasal pembunuhan berencana.

"Atas perbuatan yang dilakukannya, pelaku melanggar Pasal Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Subsider Pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 Subsider 338 KUHPidana," ujar Kapolres Mesuji AKBP Ade Hermanto saat ekspose, Jumat (1/3/2024), dilansir dari Tribunlampung.com.

Kemudian, ungkap Ade, ancaman pidananya hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Selanjutnya diancam pidana penjara paling lama 15 tahun.

Kapolres menuturkan, berdasarkan LP/B/13/11/2024/Polsek Tanjung Raya/Polres Mesuji/Polda Lampung Tanggal 29 Februari 2024, jajaran Polres Mesuji melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus tersangka dirumahnya.

Penangkapan itu dilakukan dengan waktu yang relatif sangat singkat kurang lebih 3 jam sejak olah TKP berlangsung.

Selain itu, polisi juga turut mengamankan barang bukti dari pelaku seperti 1 helai sweater berwarna hitam tanpa merek yang terdapat bercak darah.

Lalu 1 unit sarung tangan yang terdapat bercak darah nya juga dan 1 buah pisau dengan gagang berwarna biru.

Masih kata Ade, setelah ditangkap pelaku juga telah mengakui perbuatan kejinya itu dengan menggorok leher korban menggunakan pisau dapur dengan sekali sayatan di bagian leher korban.

Akibatnya korban seketika tewas dengan posisi terlentang di atas kasur dan bersimbah darah.

Kronologi

Beginilah kronologi kasus kematian Rosiya Aprilia, guru SD Negeri 8 Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Lampung ditemukan tewas di mess sekolah.

Adapun peristiwa ini terjadi di mess sekolah SD Negeri 8 Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Lampung, sekira pukul 17.00 wib.

Korban ditemukan ditemukan bersimbah darah di kamar rumah dinasnya itu dengan kondisi luka sayat di leher.

Belakangan diketahui, pelaku pembunuhan guru muda tersebut ternyata tak lain adalah calon suaminya sendiri, Andre Armanda(22).

Kematian Rosiya Aprilia ini awalnya terungkap saat rekannya mengajak untuk salat asar.

Baca juga: Kronologi Rosiya Aprilia Guru Muda di Mesuji Tewas Dibunuh Calon Suami, Leher Bersimbah Darah

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh rekannya yang bernama Siti, sama-sama tinggal di Mes SD.

Siti sempat meminta tolong kepada korban Rosi, untuk menjemputnya lewat pesan WA.

Karena saat itu Siti sedang mengikuti pelatihan di luar sekolah.

"Jadi gini mas, ibu Siti itukan lagi ikut pelatihan nah dia itu minta tolong dijemput oleh guru SD bernama Rosi itu lewat pesan WhatsApp dan sempat dijawab OTW," ujar warga sekitar, sebut saja Yanti (bukan nama sebenarnya), dilansir dari Tribunlampung.co.id.

Kondisi korban Rosi diketahui Siti saat dirinya hendak mengajak rekannya itu untuk menunaikan ibadah salat asar.

Awalnya, Siti mengira Rosi tidur di kamar karena tak kunjung menjawab ajakannya untuk salat.

Respons dari korban Rosi tersebut membuat Siti menunggunya datang untuk menjemput.

Namun bukannya Rosi yang menjemput Siti, pacar Rosi yang kabarnya sebentar lagi mau melangsungkan pertunangan.

Siti sempat menghubungi Rosi lagi lewat WA tapi sudah tidak ada jawaban.

"Waktu itu dijemput pacarnya (Rosi) malahan, terus Siti itu sempat WA lagi korban tetapi tidak direspons lagi," ucapnya.

Baca juga: Kronologi Rosiya Aprilia Guru Muda di Mesuji Tewas Dibunuh Calon Suami, Leher Bersimbah Darah

Setelah tiba di lokasi yang menjadi tempat tinggal sementara, Siti hanya diantarkan sampai depan gerbang sekolah.

Karena tidak merasa curiga, Siti pun melakukan aktivitas seperti biasanya, bersih-bersih.

Karena sudah sore hari, Siti pun mencoba membangunkan rekannya Rosi untuk mengajak salat Ashar.

Sehingga, Siti masuk ke kamar untuk membangunkan Rosi.

Namun, keadaan Rosi malah membuat Siti syok hingga lari keluar rumah mengabarkan ke warga sekitar.

Menurut Babinsa Tanjung Raya, Mesuji, Lampung, Sertu Sumarno korban tewas akibat luka sayatan di leher diduga jadi korban pembunuhan.

"Korban tewas diketahui masyarakat di mess sekolah dengan luka sayatan di bagian leher dan tergeletak di atas kasur messnya," ungkapnya.

Saat ditemukan, korban juga masih mengenakan pakaian.

Lalu posisi kedua kakinya menggantung antara tempat tidur dan badannya.

Sedangkan badannya berada di atas tempat tidur yang menempel pada dinding berjendela.

"Rekan korban memang tinggal bareng di mess, setelah tiba di sekolah Siti pun mencoba mengetuk kamar korban untuk mengajak beribadah salat Ashar," ungkapnya.

"Tapi pas dibuka kamarnya, rekan korban kaget melihat korban tergeletak bersumpah darah," sambungnya.

Sumarno pun menjelaskan untuk barang berharga milik korban tidak tidak ada yang hilang.

"Sejumlah barang berharga kaya handphone dan laptop masih tersimpan rapih di mess korban," imbuhnya.

Terpisah, Kapolres Mesuji AKBP Ade Hermanto membenarkan atas peristiwa pembunuhan tersebut.

"Benar dan saat ini kami masih sedang olah TKP dan laksanakan penyelidikan," Kata dia lewat pesan singkat WhatsApp.

Baca berita lainnya di google news

Ikuti dan bergabung di saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved