Berita Kabupaten OKI
Harga Cabai Merah Keriting di Pasar Kayuagung OKI Tembus Rp 90 Ribu Perkilo,Terus Merangkak Naik
Bahkan harga cabai keriting merah yang diperjualbelikan di pasar tradisional Kayuagung tembus Rp 90.000
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Sri Hidayatun
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Harga cabai keriting merah, rawit hijau yang dijual di Kabupaten Ogan Komering Ilir mulai berangsur naik.
Bahkan harga cabai keriting merah yang diperjualbelikan di pasar tradisional Kayuagung tembus Rp 90.000 dan cabai rawit hijau berkisar Rp 120.000 per kilogram (kg).
Dikatakan salah satu penjual sayur-mayur, Meri mengaku bahwa kenaikan harga cabai terjadi sejak tiga hari terakhir.
Menurutnya untuk penyebab tidak diketahui secara pasti, namun kemungkinan lantaran pasokan cabai yang sedikit sedangkan pembeli ramai. Sehingga membuat harga menjadi mahal.
"Setiap harinya selalu ada kenaikan, kenaikan rata-rata sekitar Rp 10.000 perkilonya. Dan harga hari ini
melambung jadi Rp 90.000 untuk cabai keriting merah dan Rp 120.000 satu kilo cabai rawit hijau," katanya sembari melayani pembeli pada Sabtu (17/2/2024) sore.
Baca juga: Sidak di Pasar Kayuagung OKI, Tim Temukan Makanan Mengandung Rhodamin dan Formalin
Menurutnya, dengan melambung harga jual beberapa jenis cabai ini membuat pembeli komplain. Akan tetapi mau bagaimana lagi memang harganya sudah naik dari pengepul langsung.
"Setelah harga naik, jumlah pembeli juga berkurang. Karena pelanggan yang biasanya beli banyak, memilih berhemat membeli secukupnya," tuturnya.
Meskipun ada kenaikan di komoditi cabai, Meri menyebut untuk bawang merah dan putih masih dan sayur mayur lainnya masih stabil harganya.
"Kalau sayuran maupun bumbu lainnya nggak ada yang naik, tetapi tidak tahu minggu depan. Karena memang kan tidak lama lagi sudah masuk bulan ramadan," tuturnya.
Ke depan, ia dan pedagang lain berharap agar pemerintah ataupun pihak terkait untuk bisa menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok dan bila ada kenaikan agar segera dicarikan solusi.
"Sebab jika salah bahan pokok naik dikhawatirkan akan berpengaruh ke bahan pokok lainnya," sebut dia.
Sementara, salah satu ibu rumah tangga bernama Gita mengaku kaget ketika belanja bumbu dapur cabai yang harganya melejit naik.
"Ya terpaksa, kalau harganya lagi malah, saya belinya sedikit saja. Nunggu harga turun lagi baru bisa menyetok cabai di rumah," tuturnya singkat.
Baca berita menarik lainnya di google news
Pelantikan PPPK 2023 Pemkab OKI Masih Tunggu Penetapan Nomor Induk PPPK |
![]() |
---|
1600 Paket Sembako Ludes,Pemkab OKI Gelar Pasar Pangan Murah Hingga Lebaran |
![]() |
---|
Selesai Disertifikasi Oleh BPN, Pemkab OKI Terima 16 Aset Tanah dan Bangunan |
![]() |
---|
Warga Serbu Pasar Murah di Kayuagung, Sareni Senang Beli Cabe, Bawang, Telur dengan Harga Terjangkau |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.