Berita OKI
Panen Raya Duku Komering di OKI Tak Lama Lagi, Perajin Peti Panen Order, Sehari 100 Kotak
Panen raya duku komering di OKI tak lama lagi, perajin peti saat ini panen order, mereka bisa menyelesaikan pesanan hingga 100 kotak per hari.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Panen raya duku komering di Ogan Komering Ilir (OKI) tak lama lagi, perajin peti saat ini panen order, mereka bisa menyelesaikan pesanan hingga 100 kotak per hari.
Duku komering buah musiman yang menjadi primadona sebagian besar masyarakat ini akan beredar luas dipasaran.
Tidak hanya akan mendatangkan keuntungan yang besar bagi pemilik kebun duku, saat ini perajin peti (wadah duku) juga mulai kebanjiran orderan.
Hal tersebut seperti dikatakan Yuliana dan warga Desa Srigeni Baru, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Mereka perajin kotak duku mulai sibuk merakit peti duku dari material kayu.
"Menekuni usaha pembuatan peti cukup menjanjikan. Apalagi saat ini tengah menjelang musim panen raya jadi banyak dapat pesanan dari para pengusaha dan pengepul buah duku," ungkapnya saat dikonfirmasi pada Selasa (23/1/2024) sore.
Baca juga: BPR Sumsel Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh 10 Persen Tahun 2024, Total Kredit Rp 120 Miliar
Demi memenuhi ribuan pesanan peti tersebut, Yuli memilih pekerjakan ibu rumah tangga dan para pemuda yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
"Untuk pembuatan peti duku, kami sudah menyiapkan material kayu yang sudah di potong berdasarkan ukuran. Setiap satu peti yang telah dirakit warga dibayar sebesar 400 rupiah," ujarnya.
"Dalam sehari setiap pegawai bisa menyelesaikan kurang lebih 100 peti duku dan hasil upah yang mereka dapat bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," imbuhnya.
Dijelaskan untuk satu peti kotak duku ini, harga jualnya bervariasi tergantung dari kualitas bahan kayu yang akan digunakan.
"Setiap peti duku dibandrol mulai harga Rp 7.500, sedangkan peti dari kayu plampaian dibandrol lebih mahal yaitu Rp 8.000, karena kayu plampaian lebih kuat dan tidak mudah patah," jelasnya.
Sementara itu, Susi salah satu pekerja mengatakan, dirinya tertarik dengan pekerjaan ini untuk mengisi waktu luang setelah menjalankan tugasnya sebagai ibu rumahtangga.
"Dari pada nganggur di rumah nggak ada kerjaan, mending kerja begini hasilnya bisa untuk beli lauk pauk dan membantu pendapatan suami," tuturnya singkat.
Baca berita lainnya langsung dari google news
| Pengedar Sabu di Lempuing OKI Diciduk Polisi saat Sembunyi di Kamar Mandi, 11 Paket Sabu Diamankan |
|
|---|
| Menolak Punah, Pengrajin Gerabah di Kedaton OKI Tetap Eksis, Dijual Hingga ke Luar Daerah |
|
|---|
| Diterjang Angin Kencang, Pohon Kapuk Ukuran Raksasa di OKI Tumbang, Listrik Padam dan Jalan Tertutup |
|
|---|
| Kebut Pembukaan 6 Km Jalan di Mesuji Makmur, Satgas TMMD Kodim OKI Juga Renovasi Rumah Lansia |
|
|---|
| Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di OKI, Jadi Ajang Perkuat Sinergi dan Aksi Kemanusiaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Panen-raya-duku-komering-di-OKI-perajin-peti-panen-order-pesanan-100-kotak-per-hari.jpg)