Satu Keluarga Tewas Tertimpa Tembok

Kondisi MF Bocah Selamat Insiden Tembok SPBU Roboh, Tak Tau Ibu Meninggal Dunia Lindungi Dirinya

Inilah kondisi MF bocah yang selamat dari insiden tembok SPBU yang roboh di Tebet, masih tak tau jika ibu meninggal dunia saat melindungi dirinya..

Penulis: Thalia Amanda Putri | Editor: Slamet Teguh
Tribun Jakarta/Bima Putra
Kondisi MF Bocah Selamat Insiden Tembok SPBU Roboh, Tak Tau Ibu Meninggal Dunia Lindungi Dirinya 

Amri tampak syok mendapati Ami Kusuma Dewi sudah terbujur kaku.

Amri langsung memeluk erat jasad adiknya tersebut.

"Ya Allah, Astafirullah Dewi," kata Amri.Video yang merekam momen menyayat hati tersebut diunggah oleh akun Instagram Merekamjakarta, pada Senin (22/1/2024).

 

Penyebab Tembok Roboh Kelalaian Pihak SPBU

Menurut kesaksian Doni (74) keluarga korban, warga sekitar sebelumnya sudah lama mengeluhkan soal tembok yang miring kepada pihak SPBU.

"Ada retak-retak juga, tapi dari pihak SPBU diam saja. Enggak ada penanganan. Sudah banyak warga yang komplain," ucap Doni.

Ami Kusuma Dewi dan Kedua Orang Tuanya Tewas Demi Lindungi Sang Anak Saat Pagar SPBU di Tebet Roboh
Ami Kusuma Dewi dan Kedua Orang Tuanya Tewas Demi Lindungi Sang Anak Saat Pagar SPBU di Tebet Roboh (Kolase Tribunsumsel.com)

Seandainya pihak SPBU mendengarkan teguran warga, satu keluarga tersebut mungkin saja masih hidup.

Disisi lain, Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan bakal menyelidiki penyebab robohnya tembok SPBU.

"Untuk mengetahui penyebabnya, kami akan dalami terus. Berkoordinasi dengan Puslabfor Polri," ujar Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi di lokasi, Minggu.

Baca juga: Viral Pengantin Gelar Pesta di Tengah Banjir, Tamu Datang Naik Sampan, Ada Bocah Berenang

Yossi melanjutkan, penyelidikan dilakukan untuk mendalami informasi yang disampaikan warga setempat terkait tembok SPBU yang sudah dalam kondisi miring.

"Info itu harus didalami. Pemeriksaan dimulai sore hari, dam akan terus menggali informasi seputar fakta peristiwa atau situasi sebelum peristiwa terjadi," ucap dia.

Setelah peristiwa itu, pengelola SPBU bakal memberi uang sekitar Rp20 juta kepada pihak keluarga korban.

"Disampaikan tadi ada yang namanya untuk belasungkawa, duka. Saya tanya jumlahnya berapa, kurang lebih Rp20 jutaan," kata Kapolsek Tebet Kompol Murodih di Jakarta Selatan, Minggu (21/1/2024).

Uang tersebut untuk pihak keluarga dari korban tembok roboh yakni Samedi Irianto, Thio Cin Nio dan Ami Kusuma Dewi.

"Untuk (korban) luka (kondisinya) tidak terlalu serius, masih bisa ditangani dokter," ujarnya.

Baca juga berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved