Arti Kata Bahasa Arab

Arti Ya Latiffu Ya Kafi, Dzikir Harian yang Menenangkan dan Membuka Hidayah Bisa Diamalkan Siapapun

Memiliki manfaat  menenangkan, menjernihkan dan melunakkan hati, dzikir ini  mengandung fadilah khusus untuk keluasan ilmu, terbukanya pintu hidayah.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
Tribunsumsel.com
Arti Ya Latiffu Ya Kahfi, Dzikir Harian yang Bisa Diamalkan Siapapun, Tata Cara dan Manfaat. 


YA ALLAH LEMBUT KAN HATI ANAKKU (SEBUT NAMA)..SEBAGAIMANA ENGKAU LEMBUTKAn NABI DAUD AKAN BESI dan menyatakan harapan. sambil berzikir Ya Latiff di dalam hati.

Bacakan doa yang berbeda untuk melembutkan hati suami/ isteri atau yang masih lajang ingin mendekatkan jodoh.


Perbanyakkan Membaca Zikir Ya Latiff sambil berniat di dalam hati melembutkan hati diri sendiri, melembutkan hati pasangan Suami / isteri atau pasangan kekasih, Meredakan ketegangan rumah tangga, meredakan sifat marah, mengelak perceraian dan melembutkan hati musuh..

Bagi yang ingin mendapatkan kemurahan rezeki, mendapatkan pekerjaan, kenaikan pangkat dan melariskan dagangan dsb.

Bagi yang menghadapi musibah atau bencana baik perbanyak membaca zikir Ya Latiff untuk kuatkan semangat dan ketabahan hati menghadapi segala ujian.


Al-Kafi berarti yang mencukupi segala sesuatu bagi hamba-hamba-Nya dan yang menegakkan segala urusannya.

Pemberian kecukupan, ada yang umum dan yang khusus. Adapun yang umum, maka Allah telah memberikannya kepada seluruh makhluk, berupa penciptaan, pemberian kebutuhan dan segala sesuatu untuk mencapai tujuan diciptakannya makhluk.

Sebagaimana Allah telah mempersiapkan segala yang memenuhi kebutuhan mereka baik berupa makanan, minuman dan lainnya. Adapun kecukupan yang bersifat khusus adalah kecukupan bagi orang yang bertawakal kepada-Nya.

Allah ta’ala berfirman :


وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَ
ا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا “….

dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. ….” (QS. Ath-Thalaq : 3).


Yakni memberinya kecukupan pada semua urusan agama dan dunia. Apabila seorang hamba bertawakal kepada Rabbnya dengan sebenar-benarnya tawakal, yakni hatinya bersandar kepada Rabbnya dengan kuat dalam mencari kebaikan dan menolak mara bahaya.

Disertai dengan perasangka baik kepada Rabbnya, maka ia akan mendapatkan kecukupan yang sempurna dan Allah akan meluruskan perkataan dan perbuatannya.

 Allah juga akan memberikan keiinginannya dan menghilangkan kesedihannya.[2] Do’a Ibadah : Yang mencukupi hamba-hamban-Nya berupa rizki, penghidupan, perlindungan dan pertolongan hanyalah Allah, sehingga mencukupkan dari(berharap) kepdada selain-Nya.


Segala hal yang tercukupi hanya terjadi dengan kehendak Allah, oleh sebab itu tidak ada ibadah kecuali hanya kepadanya, tidak ada keinginan kecuali kepada-Nya dan tidak ada harapan kecuali kepada-Nya. Wajib bagi seorang mukmin merasa cukup dengan Allah, sehingga ia melepaskan diri dari selain-Nya, maka ia tidak menyandarkan diri kepada manusia dengan meminta-minta.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved