Berita Palembang
Pertamina Sumbagsel Temukan Restoran-Hotel dan Kantor Gunakan LPG Melon, Pangkalan Sistem Digital
PT Pertamina Patra Niaga Sumbagsel memastikan distribusi LPG melon harus sampai ke konsumsen.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL. COM, PALEMBANG - PT Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan distribusi LPG melon atau elpiji 3 kilogram yang merupakan elpiji subsidi harus sampai ke konsumen.
Hal itu guna memastikan masyarakat yang berhaklah yang menikmati subsidi di tengah tren peningkatan konsumsi ”gas melon”.
Di sisi lain, Pertamina memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram aman.
Pertamina Sumbagsel juga mengakui masih ada restoran, hotel juga kantor gunakan LPG Melon
Hal ini diungkapkan Executive GM Regional Sumbagsel PT Pertamina Patra Niaga Zibali Hisbul Masih saat melakukan pertemuan dengan Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni di Griya Agung Palembang, Jumat (17/11/2023), dalam rangka Penyampaian progres subsidi tepat LPG 3 Kg.
"Pastinya untuk pangkalan yang ada saat ini sudah digital, tinggal memastikan LPG 3 Kg dan BBM subsidi tepat sasaran. Dimana sekarang sudah berjalan baik, sekitar 97 persen pangkalan sudah tercatat secara digital, tinggal peningkatan transaksi supaya ketahuan siapa yang menggunakan LPG 3 kg yang tepat, " kata Zibali.
Baca juga: Sosok Rose Pandan Wangi Caleg Millenial, Siap Perjuangkan Hak Perempuan, Nyaleg DPRD Palembang
Dijelaskanya, dukungan pemprov Sumsel sendiri utamanya untuk berkoordinasi mengenai implementasi pengawasan, kemudian membahas upaya untuk kecukupan baik LPG maupun BBM subsidi hingga akhir tahun 2023.
"Sisa dari tiga persen itu lebih ke kendala teknis seperti gangguan signal, informasi ke masyarakat masih belum siknron. Dimana pencatatan konsumen ini perlu nomor KTP, nah masyarakat masih keberatan menyampaikan data, dan kami targetkan hingga akhir tahun nanti sudah 100 persen, " paparnya.
Menurut Zibali, berdasarkan data realisasi penyaluran elpiji subsidi sendiri, dalam satu hari bisa mencapai 260 ribu tabung per harinya.
"Kuota Sumsel rata-rata kita menyalurkan 260 ribu tabung, dan sampai saat iini bisa aman dan mencukupi. Kalau ada kekurangan atau masalah bisa kontak 135. Tapi pastinya overall aman dan kondusif, " ungkapnya.
Disisi lain, selama beberapa kali sidak ke beberapa restoran, hotel dan sebagainya, masih ada yang menggunakan LPG subsidi, padahal hal itu jelas tidak sesuai peruntukannya.
"Pastinya untuk LPG 3 kg agar tepat sasaran sektor hotel, restoran, kantor dan sebagainya kita arahkan membeli LPG non subsidi, dan kita kemarin beberapa kali sidak masih menemukan masih ada menggunakan LPG 3 kg, dan kita himbau menggunakan Brighgas LPG non subsidi, dan ini yang kita dorong bersama-sama," tandasnya.
Sementara untuk BBM subsidi sendiri, untuk memastikan siapa yang beli juga sudah dilakukan secara digitalisasi, dimana Hiswanamigas juga sudah menetapkan volume untuk kendaraan pribadi 60 liter per hari, roda empat 80 liter per hari dan truk maksimal 200 liter per hari.
"Nah, kecuali untuk angkutan pertambangan dan perkebunan tidak diperbolehkan dan itu sudah didata. Kalau sudah didata sudah masuk, maka kita bisa menerapkan untuk pengendalian dan mereka yang sudah mendaftar akan mendapatkan keyword, jika tidak ada keyword tidak bisa beli," paparnya.
Ditambahkan Zibali, untuk stok BBM sendiri ada di terminal Kertapati yang menyuplai Sumsel, dibantu 3 terminal lain di Baturaja, Lahat dan Lubuk Linggau. Pastinya jelang Natal dan Tahun Baru ini pihaknya akan meningkatkan stok ketahanan, sehingga tidak ada kelangkaan kedepan.
"Setiap kegiatan- kegiatan yang estimasi lonjakannya ada, seperti natal dan tahun baru, pastinya kita meningkatkan stok ketahanannya, dan seperti di Kertapati itu rata-rata 3 sampai 4 kali naik dari biasanya, dan kita jaga terus," pungkasnya.
Baca berita lainnya langsung dari google news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/PT-Pertamina-Patra-Niaga-Sumbagsel-memastikan-distribusi-LPG-melon-sampai-ke-konsumsen.jpg)