Berita OKI

Kisruh Penjualan 10 Sapi Desa, Pengurus BPD Tanjung Makmur OKI Bantah Pertanyaan Kades

Enam pengurus BPD Desa Tanjung Makmur OKI membantah pernyataan Kades Tanjung Makmur Teguh Sugiarto soal penjualan 10 ekor sapi desa.

Tayang:
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Enam pengurus BPD Desa Tanjung Makmur OKI membantah pernyataan Kades Tanjung Makmur Teguh Sugiarto soal penjualan 10 ekor sapi desa, Sabtu (21/10/2023). 

Ditambahkan, ia sangat menyayangkan ketidak transparan pimpinan desa terhadap BPD yang seharusnya diikutsertakan dalam pengambilan setiap keputusan.

"Ini lah yang sangat kami sayangkan, kita baru mengetahui adanya penjualan sapi milik BUMDes ini setelah adanya berita beredar (mencuat). Kami segenap BPD juga baru dilibatkan dan diberi tahu," keluhkan.

Ditemui terpisah, Ketua Pengurus BUMDes lama, Sukamat mengatakan sewaktu penyerahan kepengurusan BUMDes yang baru terdapat aset berupa 12 ekor sapi, 300 buah kursi plastik, 1 unit mobil ambulance dan seperangkat alat kesenian kuda lumping yang turut diserahkan.

"Itulah yang saya serahkan ke pengurus BUMDes yang baru sekaligus dibuatkan berita acara serah terima yang ditandatangani banyak saksi," pungkasnya.

Dikatakan lebih lanjut, setelah penyerahan pengurus BUMDes yang baru. Ia tidak tahu lagi apakah para petani masih mengelola sapi-sapi tersebut.

"Saya tidak mengetahui secara pasti mengenai penjualan sapi tersebut. Karena tidak ada pemberitahuan,” pungkasnya.

Kades Tanjung Makmur Kecamatan Pedamaran OKI Teguh Sugiarto membantah tudingan mengenai isu hilangnya sejumlah sapi dikelola BUMDes setempat, Selasa (17/10/2023).
Kades Tanjung Makmur Kecamatan Pedamaran OKI Teguh Sugiarto membantah tudingan mengenai isu hilangnya sejumlah sapi dikelola BUMDes setempat, Selasa (17/10/2023). (TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN)

Sebelumnya, Kepala Desa Tanjung Makmur Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten OKI, Teguh Sugiarto membantah tudingan yang dilayangkan kepadanya, mengenai isu hilangnya sejumlah sapi yang dikelola BUMDes setempat.

Kuasa hukum Teguh, M Novel Suwa SH mengatakan, jika yang terjadi sebenarnya adalah 13 ekor sapi yang dikelola BUMDes dijual oleh petani saat adanya peralihan perangkat kepengurusan.

Ketika masa peralihan pengurus BUMDes tahun 2017 terjadi peralihan kepengurusan Kepala Desa.

Para petani yang merawat sapi-sapi milik BUMDes mengaku tidak sanggup lagi sehingga menyerahkan sapi tersebut ke perangkat Desa dengan alasan sapi sering sakit-sakitan.

"Daripada BUMDes merugi, maka sapi tersebut diserahkan oleh perangkat BUMDes ke perangkat desa. Lalu dicarikanlah pengasuh (petani) sapi tersebut yang mau, sampai sapi tersebut dijual. Dijual pun uangnya masukkan ke BUMDes untuk dikelola lagi untuk masyarakat setempat, " ujar Novel saat dijumpai, Selasa (17/10/2023).

Novel melanjutkan, Teguh Sugiarto baru mulai menjabat sebagai Kepala Desa pada Juli tahun 2021 lalu. Lalu para petani yang merawat sapi mengeluh jika sapi mereka sering sakit-sakitan.

"Sewaktu klien kami baru menjabat, dia ingin bertemu perangkat BUMDes. Akhirnya ada petani yang mengadu jika sapi milik BUMDes sering sakit-sakitan makanya dijual, " katanya.

Hasil penjualan sapi yang didapat mencapai Rp 86,2 juta dan ketika penyerahan sapi juga diketahui Ketua BPD Tanjung Makmur.

"Uangnya sudah dikembalikan dan kwitansi dari penjualan sudah diserahkan ke Desa. Kemudian Desa menyerahkan lagi uang tersebut ke BUMDes, bukan selama ini sapi itu hilang. Tapi dijual oleh petani yang dapat kepercayaan dari BUMDes untuk merawatnya," tegas dia.

Karena adanya isu miring tersebut, Teguh Sugiarto sang Kepala Desa dilaporkan oleh oknum LSM ke Polres OKI. Namun baru sebatas konsultasi.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved