Berita Palembang

Pro Kontra Siswa di Palembang Belajar Daring Imbas Kabut Asap, Ratu Dewa: ISPU Sudah Kategori Bahaya

Pro Kontra Siswa di Palembang Belajar Daring Imbas Kabut Asap, Ratu Dewa: ISPU Sudah Kategori Bahaya

TRIBUNSUMSEL.COM/WIDYA TRI SANTI/SRIPOKU/SYAHRUL HIDAYAT
Pj Walikota Palembang Ratu Dewa angkat bicara terkait pro kontra sistem belajar daring bagi siswa di Palembang imbas kabut asap karhutla. 

 Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

 


TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kebijakan pemerintah kota Palembang yang menerapkan sistem belajar dalam jaringan (daring) bagi siswa nyatanya menimbulkan pro kontra di masyarakat. 

Ada yang setuju namun tak sedikit pula warga keberatan dan menyebut belajar daring bukanlah solusi atas masalah kabut asap yang kini mengepung kota Palembang.

Terkait hal tersebut, Pj Walikota Palembang Ratu Dewa mengatakan, kebijakan itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan anak-anak.

Sebab kualitas udara di Palembang sudah masuk kategori berbahaya berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) .

"ISPU sudah mencari 346 mikrogram per meter kubik atau kategori berbahaya. Belum lagi anak-anak yang sudah kena ISPA sudah mencapai lebih dari 14.000," kata Ratu Dewa saat dikonfirmasi, Minggu (1/10/2023).

Baca juga: BREAKING NEWS: Remaja Bonceng Tiga Kecelakaan Maut Jalan Soekarno Hatta Palembang, 1 Tewas, 2 Koma

Pelajar di Palembang boleh belajar daring atau dimundurkan jam masuk sekolah selama kabut asap masih pekat.
Pelajar di Palembang boleh belajar daring atau dimundurkan jam masuk sekolah selama kabut asap masih pekat. (SRIPOKU/SYAHRUL HIDAYAT)

Berdasarkan data yang ada Kasus Infeksi Saluran Penafasan Akut (ISPA) di kota Palembang di bulan September mencapai 14.960 kasus.

Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan pada Agustus sebanyak 13.137 kasus.

Sementara itu Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Palembang Juita mengatakan bahwa sejauh ini belum ada arahan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang. 

"Jadi kita akan ikuti sesuai arahan Pj Walikota Palembang," katanya 

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Trisnawarman mengatakan, diimbau untuk yang daring anak-anak TK dan SD saja. Sedangkan untuk SMP dan SMA diundur saja jam masuknya.

"Hal tersebut dilakukan mengingat daya tahan tubuh anak-anak. Terlebih kalau yang ada penyakit asma, gangguan jantung bawaan dan penyakit saluran pernafasan lainnya," katanya

Namun menurutnya, itu semua tergantung kebijakan dari kepala daerah masing-masing, karena setiap daerah kualitas udaranya berbeda-beda.
 
 
Aturan Sistem Belajar Siswa di Palembang 

Dampak kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadikan kondisi udara di Palembang dalam beberapa hari terakhir masuk kategori berbahaya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved