Berita Pilpres 2024

Menelaah Arah Demokrat Tak Merapat ke Ganjar Justru Gabung Koalisi Prabowo, Begini Analisa Pengamat

Menelaah arah Demokrat lebih memilih merapat ke Prabowo ketimbang gabung koalisi PDIP mengusung Ganjar Pranowo, begini analisa pengamat.

Editor: Rahmat Aizullah
Tribunnews/Jeprima
Foto Ilustrasi: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ketika menemui Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat masih menjabat Ketua Umum Partai Demokrat di kediamannya dikawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018) silam. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Partai Demokrat akhirnya melabuhkan dukungan kepada Prabowo Subianto setelah hengkang dari Koalisi Perubahan mengusung Anies Baswedan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi.

Partai Demokrat sebelumnya diisukan bakal menjalin kerjasama politik dengan PDIP setelah adanya pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Puan Maharani.

Lalu soal langkah Demokrat lebih memilih merapat ke Prabowo ketimbang gabung koalisi PDIP mengusung Ganjar Pranowo, begini analisa pengamat.

Melansir Tribunnews.com, pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai langkah Demokrat mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024 merupakan pilihan rasional.

"Kalau kita lihat misalkan merapat ke Gerindra itu pilihan rasional bagi Demokrat. Apa pertimbangannya, tentu kalkulasi yang matang karena dalam pemilihan serentak Pileg dan Pilpres usulan capres cawapres akan mempengaruhi elektabilitas partai politiknya," kata Ujang, Minggu (17/9/2023).

Menurut Ujang, kemungkinan Demokrat kembali ke Anies Baswedan atau mendukung Ganjar Pranowo merupakan hal yang sulit.

"Jadi kalau ke Anies Baswedan Demokrat sudah marah, tidak mungkin. Lalu ke Ganjar susah karena hubungan SBY dan Megawati tidak pernah akrab. Jadi sulit Demokrat berkoalisi dengan PDIP," jelasnya.

Dikatakan Ujang potensi Demokrat merapat ke Gerindra bersama Koalisi Indonesia Maju (KIM) merupakan jalan tengah dan rasional.

"Yang jalan tengah dan rasional bisa dilakukan bergabung dengan Prabowo bersama Koalisi Indonesia Maju.

Karena mungkin di KIM itu Demokrat bisa lebih nyaman dan dapat fillnya, lebih sedikit resistensinya jika dibandingkan dengan berkolisi dengan Ganjar," katanya.

Ujang menambahkan, jika berkolisi dengan Ganjar, Partai Demokrat hanya akan menjadi follower.

"Kalau berkolisi dengan Ganjar, Partai Demokrat akan menjadi follower bukan menjadi kekuatan utama. Tapi kalau di Prabowo akan jalan sama-sama, begitu," tegasnya.

Berita sebelumnya, Partai Demokrat mendatangi kediaman bacapres Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (17/9/2023) sore.

Kedatangan kubu partai berlambang 'Bintang Mercy' itu untuk menyatakan dukungan secara resmi kepada Prabowo Subianto sebagai bacapres Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved