Berita Palembang

Bulog Salurkan 5.332 Ton Bantuan Pangan Beras di Sumsel, Kota Palembang Paling Banyak

Perum Bulog Divre Sumsel Babel menyalurkan 5.332 ton bantuan pangan cadangan beras di Sumsel tahap dua 2023 mulai hari ini, Palembang paling banyak.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Perum Bulog Divre Sumsel Babel menyalurkan 5.332 ton bantuan pangan cadangan beras di Sumsel tahap dua 2023 mulai hari ini, Palembang paling banyak, Senin (11/9/2023). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Devisi Regional Sumsel Babel menyalurkan 5.332 ton bantuan pangan cadangan beras di Sumsel tahap dua 2023 mulai hari ini, Senin (11/9/2203).

Dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, Kota Palembang mendapatkan alokasi paling banyak yakni 695 ton beras untuk  69.505 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Perum Bulog Divre Sumsel Babel mempercepat penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP) untuk program bantuan pangan tahap kedua tahun 2023.

Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatra Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) Mohamad Alexander mengatakan, awalnya penyaluran CBP tahap kedua ini dijadwalkan Oktober, November dan Desember.

"Tapi melihat fenomena harga beras yang mengalami kenaikan cukup signifikan, maka Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memerintahkan Bulog untuk mempercepat penyaluran di bulan September," Alex, usai Launching Bantuan Pangan CPB di Gudang Bulog Karya Baru di Km 9, Senin (11/9/2023).

Menurutnya, penyaluran bantuan pangan ini serentak dilakukan secara nasional pada hari ini, Senin (11/9/2023) mulai dari Aceh sampe Papua, termasuk di Sumsel.

Baca juga: Bulog Sumsel Babel Salurkan Beras Bantuan Pemerintah 2023 Tahap 2, Sumsel Kebagian 5,3 Ribu Ton

Dia menjelaskan bantuan yang diberikan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam hal mengurangi beban pengeluaran masyarakat ditengah tingginya kenaikan harga beras yang terus melonjak naik.

"Kenaikan harga beras juga berpotensi menyumbangkan inflasi, sehingga dengan adanya bantuan ini diharapkan mampu membantu menahan laju inflasi khususnya di wilayah Sumsel," katanya

Adapun jumlah penerima bantuan pada tahap kedua yaitu 582.037 keluarga penerima manfaat (KPM) untuk Sumsel Babel, dengan total yang akan digelontorkan selama tiga bulan sejumlah kurang lebih 17.457 ton sampai dengan bulan November 2023.

Khusus Untuk Sumsel sebanyak 533. 248 KPM dengan bantuan beras sebanyak 5.332 ton untuk satu kali penyaluran, karena masing-masing KPM mendapatkan 10 kg perbulan.

Rincian masing-masing untuk 17 Kabupaten/Kota di Sumsel yaitu Kota Palembang dengan 69.505 KPM, dengan bantuan beras 695 ton dan OKI ada 48.431 KPM dengan bantuan beras 483 ton.

Kemudian OI sebanyak 40.477 KPM dengan bantuan beras 404 ton. Musi Banyuasin sebanyak 35.865 KPM
dengan bantuan beras 358 ton dan OKU sebanyak 23.290 KPM dengan bantuan beras 232 ton.

Lalu OKU Selatan sebanyak 30.931 KPM dengan bantuan beras 309 ton. OKU Timur sebanyak 38.001 dengan bantuan beras 380 ton.

Prabumulih sebanyak 10.546 KPM dengan bantuan beras 105 ton. Muara Enim sebanyak 47.518 KPM atau dengan bantuan beras 475 ton.

Berikutnya, Lahat sebanyak 30.664 KPM dengan bantuan beras 306 ton. Empat Lawang sebanyak 16.137 dengan bantuan beras 161 ton. Pali sebanyak 9.672 KPM dengan bantuan beras 967 ton.

Pagaralam sebanyak 5.062 KPM dengan bantuan beras 506 ton. Musi Rawas sebanyak 43.604 KPM dengan bantuan beras 436 ton. Musi Rawas Utara sebanyak 10.614 KPM dengan bantuan beras 106 ton dan Lubuklinggau sebanyak 17.739 KPM dengan bantuan beras 177 ton.

"Untuk bantuan ini diberikan selama tiga bulan, artinya Bulog menyiapkan 15.996 ton beras untuk Sumsel," katanya

Alex menambahkan, dalam proses distribusi bantuan, pihaknya menggunakan trasporter PT Dosni Roha (PT. DNR) yang akan langsung mengirimkan seluruh beras ke titik penyaluran yang sudah disepakati sampai diterima oleh KPM di masing-masing wilayah.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi mengatakan, kedepan akan banyak hal yang terjadi di luar kendali. Salah satunya yakni El Nino yang menyebabkan kekeringan dan penurunan pada hasil produksi.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa kondisi ketersediaan seluruh bahan pangan di Sumsel dalam kondisi aman dan cukup.

"Imbaunya masyarakat diminta tidak membeli kebutuhan secara berlebihan atau panic buying dan menyebabkan harga naik," katanya.

Sedangkan Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan, kenaikan beras yang terjadi saat ini sangat dikhawatirkan berimbas pada harga bahan pokok lainnya. Oleh karena itu, dia berharap bantuan seperti ini bisa dilakukan lebih banyak lagi.

"Bulog sudah sangat membantu mencukupi pangan dan dengan kondisi seperti sekarang ini semoga bisa terlewati dan masyarakat tidak ada yang mengalami kesulitan," katanya.

Fitri menuturkan dalam upaya menekan harga beras di pasar, Pemkot Palembang juga menggelar operasi pasar serta melakukan pengawasan terhadap potensi penyelewengan pemanfaatan beras.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved