Berita Pilpres 2024
Akhirnya Terungkap Asal-usul Surat Anies ke AHY Minta Jadi Cawapresnya, yang Beredar Diduga Palsu
Asal-usul surat tulisan tangan Anies Baswedan meminta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jadi cawapresnya akhirnya terungkap
TRIBUNSUMSEL.COM - Asal-usul surat tulisan tangan Anies Baswedan meminta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jadi cawapres akhirnya terungkap.
Hal itu diungkap Sudirman Said, juru bicara Anies Baswedan yang juga anggota tim 8 Koalisi Perubahan.
Sudirman Said pun curiga surat tulisan tangan yang beredar di publik itu diduga palsu.
Pasalnya kata dia, surat Anies ke AHY terkait tawaran menjadi cawapres masih disimpan olehnya.
Bahkan ada kesepakatan surat tersebut tidak boleh didokumentasikan atau difoto.
Sehingga dirinya meragukan keaslian surat yang disebarkan ke publik oleh sejumlah elite Partai Demokrat.
Salah satunya oleh Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat, Andi Arief di akun Twitter pribadinya.
"Jadi dokumen yang mirip itu saya nggak yakin itu surat betulan karena tidak ada proses foto," ujar Sudirman Said dilansir dari Tribunnews.com, Senin (4/9/2023).
"Ini juga menjadi pertanyaan, jadi kok ada dokumen seperti note-nya Pak Anies," sambungnya.
Sudirman menjelaskan asal-usul adanya surat tersebut berawal dari pertemuan antara Demokrat, NasDem, dan PKS untuk mendiskusikan sosok cawapres Anies.
Dalam pertemuan itu, NasDem mengusulkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa, Demokrat mengusulkan AHY, dan PKS mengusulkan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher.
Kemudian, di akhir diskusi, Sudirman mengatakan disepakatilah AHY menjadi opsi terbaik bagi cawapres Anies.
"Ketemulah Mas AHY the best available option yang kita bisa raih dan karena itu memang benar diskusinya sangat dalam.
Bertemulah dengan Pak SBY mengatakan inilah opsi yang tersedia dan Pak Anies bermaksud mengajaknya (menjadi cawapres)," jelasnya.
Selanjutnya, Sudirman mengatakan Demokrat menginginkan adanya perjanjian tertulis yang menunjukkan Anies telah memilih AHY sebagai cawapresnya.
Namun, kata dia, sebenarnya Anies enggan untuk membuat perjanjian tertulis lantaran dirinya sudah percaya terhadap Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
"Mula-mula Pak Anies kan menghindar (perjanjian) tulis-menulis karena berbasis trust (kepercayaan).
Tetapi dalam kondisi yang genting itu, teman-teman Demokrat mengharapkan apa tidak sebaiknya mengikat satu kepastian dari sisi Pak Anies tunjukkan bahwa dia sudah melakukan tugasnya sudah memilih (AHY sebagai cawapres)," beber Sudirman.
Sudirman juga mengungkapkan lewat surat tersebut sebenarnya ditujukan untuk administrasi pendaftaran capres-cawapres ke KPU.
Selain surat, imbuhnya, telah dipersiapkan pula persyaratan pendaftaran lainnya seperti draf kerjasama anggota koalisi sampai formulir pendaftaran.
Namun, seiring berjalannya waktu, terjadi perbedaan pendapat antara Demokrat dan Nasdem terkait waktu deklarasi AHY menjadi cawapres Anies.
Sudirman menyebut Demokrat ingin segera menggelar deklarasi sedangkan Nasdem belum bersedia.
"Makin kuat bahwa Demokrat ingin segera dideklarasikan, makin kuat bahwa pihak NasDem belum mau, atau belum siap.
Dan itu dinyatakan oleh Pak Surya Paloh dengan pertemuan bersama Tim 8 maupun dalam esoknya saya bertemu empat mata ditemani oleh beberapa dari Tim 8," tuturnya.
Sudirman mengatakan, untuk menjembatani perbedaan pendapat antara Demokrat dan Nasdem, maka diputuskan untuk dibuatnya surat bersifat pribadi yang ditulis Anies dan ditujukan ke AHY.
Setelah itu, AHY pun membalas surat Anies tersebut.
"Kita menyebutnya personal note. Makannya (sifatnya) pribadi sekali kan berisi ajakan (menjadi cawapres) dan dibalas oleh Mas AHY juga lewat personal note," tuturnya.
Kemudian, Sudirman juga mengungkapkan telah disepakati agar surat yang ditulis Anies dan AHY tidak perlu didokumentasikan.
Ia mengatakan setelah Anies dan AHY membaca surat tersebut, maka langsung disimpan olehnya.
"Sebetulnya kami bersepakat untuk note-nya Mas Anies ditujukan saja kepada Mas AHY dan ditarik kembali untuk disimpan. Yang menyimpan disepakati saya."
"Kemudian balasannya dari Mas AHY juga dibawa ke Pak Anies untuk dibaca saja dan ditarik lagi untuk disimpan. Dan disepakati tidak ada foto, dokumentasi, baik dalam proses maupun dokumennya itu," ujarnya.
Sebelumnya, beredar surat tulisan tangan yang disebut ditulis sendiri oleh Anies Baswedan meminta AHY untuk jadi cawapresnya.
Surat itu disebutkan bahwa dibuat pada tanggal 25 Agustus 2023 dan disaksikan oleh dua orang.
Berikut isi suratnya:
Mas AHY yth,
Semoga dalam keadaan sehat, tetap produktif dan selalu dalam keberkahan-Nya.
Melalui pesan singkat ini, kami bermaksud menyampaikan harapan agar Mas AHY berkenan untuk menjadi pasangan dalam mengikuti Pilpres 2024.
Teriring salam hormat.
(Tanda tangan Anies Baswedan).
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)
Surat Tulisan Tangan Anies Baswedan
Sudirman Said
Koalisi Perubahan
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Pilpres 2024
Askolani Jasi Yakin Ganjar-Mahfud Bisa Menang di Banyuasin |
![]() |
---|
Partai NasDem Gelar Kampanye Akbar di BKB Palembang Besok, Dihadiri Surya Paloh dan Wali Band |
![]() |
---|
Jadwal Kampanye Capres - Cawapres Nomor Urut 3 di Sumsel, Ganjar di Palembang, Mahfud ke Banyuasin |
![]() |
---|
Menelaah Arah Demokrat Tak Merapat ke Ganjar Justru Gabung Koalisi Prabowo, Begini Analisa Pengamat |
![]() |
---|
Demokrat Gabung Koalisi Prabowo, SBY Siap Pasang Badan, Tawarkan AHY Jadi Cawapres? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.