Berita Palembang

Profil Sosok Romiana Hidayati Sumadi Caleg DPRD Sumsel 2024, Bunda Omi IRT Pilih Terjun Ke Politik

Profil Sosok Romiana Hidayati Sumadi Caleg DPRD Sumsel 2024, Bunda Omi IRT Pilih Terjun Ke Politik

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Romiana Hidayati Sumadi yang merupakan adik Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Kini Mantan Maju Menjadi Caleg DPRD Sumsel 2024 

TRIBUNSUMSEL. COM, PALEMBANG -- Pemilu Legislatif (Pileg) selalu memunculkan muka- muka baru setiap Pemilu.

Salah satunya sosok perempuan Romiana Hidayati Sumadi  yang merupakan adik Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi.

Bunda Omi sapaan akrab Romiana, merupakan sosok baru di perpolitikan Sumatera Selatan (Sumsel) dan masuk sebagai Daftar Caleg Sementara (DCS) DPRD Sumsel dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel I partai PDIP. 

Ia sendiri mengaku optimis menghadapi Pemilu 2024 meski baru di perpolitikan, mengingat selama ini dirinya selama ini aktif di bidang sosial dan kesehatan. 

Baca juga: Kronologi Guru dan Istri Tewas Ditabrak Truk di Banyuasin, Niat ke Unsri Indralaya Untuk Yudisium S2

Keseriusannya terlihat dari alat peraga sosialisasi khususnya baleho yang terpasang di sejumlah titik di kota Palembang

Ia mengungkapkan alasannya terjun ke politik dan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat ditingkat provinsi Sumsel. 

Bunda Omi sendiri mengaku bersyukur diberikan kebersamaan kesempatan bersama suami, untuk usaha EO (dekorasi) dan 3 tahun terakhir ini mengelola  PT Kebon Gede Lestari (direktur). 

"Saya selama ini memiliki kesibukan yang itu dan aktif organisasi sesuai dengan gen keluarga. Sebenarnya tidak jauh dari politik, termasuk kegiatan sosial, dimana keluarga dari kecil orang tua dan kakak saya, " kata Bunda Omi saat jadi tamu di Tribunsumsel dan Sriwijaya Post.

Diakuinya, saat ini kegiatannya sosial telah berkembang, dahulu hanya Jumat berkah namun sekarang berkembang ke kesehatan khususnya ikut mengentaskan program pemerintah dalam mengatasi Stunting.

"Karena saya kira masalah stunting itu menyangkut generasi bangsa, jadi saya kecemplung yang berkaitan dengan posyandu, " paparnya. 

Dengan kegiatan sosial yang padat, Bunda Omi mengaku sudah biasa turun ke masyarakat 'blusukan',  dan bersentuhan langsung dengan masyarakat dengan menyerap keluhan untuk dibantu. 

"Kalau blusukan dari dulu saya senang, apalagi sejak ada pondok gede itu daerah kumuh sekitarnya 32 dan 35 Ilir, awalnya niatnya berhubungan dengan masyarakat itu dan mereka simpatik, saat ada sakit atau banjir di dekat Sungai disitu, kita berdialog dan apa kendalanya. Sebab tempat itu tidak tersentuh seperti Posyandu tidak ada masih gabung dengan daerah sebelahnya, meskipun scupnya kecil dulu, " paparnya. 

Namun dengan kapasitasnya yang hanya Ibu Rumah Tangga dan orang biasa, kemampuan untuk membantunya hanya sekedarnya saja.  Akan tetapi dengan dirinya duduk di legislatif hal itu jelas akan sangat membantu dalam hal kebijakan. 

"Kebetulan saat itu saya banyak curhat dengan kakak (Budi Karya) sebab saya adik paling dekat dengan beliau. Kita biasa diskusi dan beliau suport adeknya yang dak pernah diam dan usaha trus sehingga banyak masukan beliau dan disarankan jadi anggota legislatif saja, karena kalau disitu legal dan didengar pemerintah daerah dan kita tidak susah untuk menyuarakan masyarakat di lapangan," ungkapnya.

Meski begitu, Omi tidak serta merta langsung setuju saran kakaknya, namun sebagai seorang ibu rumah tangga dan istri tetap meminta izin terlebih dahulu kepada sang suami dan ternyata sangat suami merestui. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved