Lahan Terbakar di OKI

153 Hektar Lahan Terbakar di OKI Selama Tahun 2023, Cuaca Panas jadi Sebab

Berdasarkan data yang dicatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, hingga bulan Agustus tahun 2023, luasan lahan gambut yang terbakar

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Weni Wahyuny
Dokumentasi BPBD OKI
Peristiwa pemadam yang dilakukan oleh anggota gabungan di lahan gambut Desa Deling, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Memasuki bulan Agustus ini potensi kemarau sudah mulai terasa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, di mana cuaca di sebagian wilayah didominasi panas terik dan minim turunnya hujan.

Dampak dari cuaca panas ini memicu potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) terutama di lahan rawa gambut.

Berdasarkan data yang dicatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, hingga bulan Agustus tahun 2023, luasan lahan gambut yang terbakar mencapai 153 hektar.

"Karhutla di tahun 2019 lalu hampir sama dengan tahun ini di mana tanda-tanda telah terlihat dengan adanya 118 titik api (Hotspot) di 14 Kecamatan yang ada di OKI," ujarnya sewaktu dimintai keterangan pada Sabtu (12/8/2023) pagi.

Dijelaskan untuk titik api masih dominan di wilayah Kecamatan Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Pampangan, Cengal, Sungai Menang dan Air Sugihan.

"Hanya saja per kecamatan titik api belum bisa terdeteksi dan kami berharap wilayah tersebut tidak terjadi Karhutla," jelas dia.

Dirinya mengkhawatirkan, mengingat data dari BMKG Provinsi Sumsel yang mengatakan bahwa suhu akan semakin panas.

"Hal ini berpotensi hingga bulan September kebakaran akan semakin meningkat. Terlebih lagi curah hujan di Kabupaten OKI sudah menurun," paparnya.

Masih kata dia, masyarakat OKI diminta untuk lebih waspada dan siap membantu pihak Satgas Karhutla OKI dalam memadamkan dan meminimalisir potensi munculnya titik kebakaran.

"Sekarang kami sudah menyiapkan 6 posko kebakaran dilapangan dengan total diterjunkan 35 anggota dari BPBD OKI,"

"Selain itu juga kami dibantu oleh anggota dari Manggala Agni, TNI, kepolisian dan masyarakat," pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved