Dinsos Vs Pratiwi Noviyanthi

Nasib Pratiwi Noviyanthi Terancam Dijerat TPPO? Pengacara Beri Penjelasan : Hormati Penyidik

Kasus jemput paksa 10 anak asuh Pratiwi Noviyanthi yang dilakukan Dinsos kota Tangerang bersama Kemensos dan Bareksrim Polri kini berbuntut panjang.

|
Editor: Moch Krisna
Kolase Youtube Uya Kuya
Febri Turnip Kuasa Hukum Pratiwi Noviyanthi Bicara Soal Kliennya Dijerat Sangkaan TPPO 

"Ya beriringan waktu kita ga ke Tangerang aja, sampe ke LubukLinggau, Palembang, Lampung, Riau karena saya mendapat informasi via DM instagram dan kondisinya urgent kata informan tersebut bahwa sudah melaporkan ke Dinsos sana tidak direspon, yaudah akhirnya saya bergerak untuk membantu mereka," kata Pratiwi Noviyanthi.

Hal tersebut lah yang membuat Pratiwi Noviyanthi merasa syok saat momen pihak Dinas Sosial membawa paksa anak asuhnya.

"Awalnya ga ada, jadi posisinya lagi bantu ODGJ di daerah Cikarang ya terus tiba tiba pengasuh panik langsung nelpon ga saya angkat, akhirnya nelpon ke Asisten saya bilang ada yang urgent jadi saya balik.

Katanya ada polisi 3 mobil dari Bareskrim Mabes Polri, akhirnya pengasuh saya telpon untuk berkomunikasi dengan salah satu pihak yang ada disana 'Bapak tunggu saya, saya OTW sana'

Pas saya sampe sana kebetulan juga ada Kemensos RI, katanya didampingi oleh Tim Reaksi Cepat," jelasnya.

Pratiwi Noviyanthi Bongkar Alasan Bantu Orang Terlantar, Sebut Dinsos Jarang Merespon Cepat (youtube/Uya Kuya TV)
"Saya sampe disana, mereka bilang 'Sebentar ya mbak tunggu dari Dinas Sosial kota Tangerang lagi meluncur kesini'.

Saya langsung telpon pak Heru karena kenal, saya tanya 'Bapak mau kesini ya gini gini', 'Ha, engga kok' ternyata dia ga tau, ternyata yang dateng itu Pak Tatang mewakili dinas sosial kota Tangerang," kata Pratiwi Noviyanthi.

Pratiwi Noviyanthi mengatakan jika pihak Dinsos menayakan soal akte notaris hingga berkas izin merawat kesepuluh para anak asuhnya.

"Akhirnya dateng dan langsung menanyakan akte notaris kami, kita berikan, ternyata disitu juga atas tidak adanya izin operasional, jadi kalau nama sudah Legal di 16 desember 2021, tapi setelah saya meminta maaf mereka malah menanyakan pemberkasan anak, ini anak darimana, ya saya jawab ada di video karena dari mindset saya sistemnya transparan ga saya tutupin karena takut penggelapan anak, dan lain lain.

Nah pas tanya soal pemberkasan, admin saya di Jogja, mbak Poppy, saya telpon telpon ga diangkat, jadi saya bilang dibawa admin, katanya.

"Mereka bilang mau lihat kondisi para bayi kami di lantai 2, saya jelaskan semua kondisinya, ada Ibu Tuti ODGJ yang kita rawat sama anaknya ditanya tanya gimana perawatan disini dibilang bagus, dan makan 3 kali, 4 kali suka suka saya, itu ada rekamannya di video kita sebagai bukti.

Sebelumnya juga dia bilang makan 1 kali tunggu suaminya yang pengamen sekaligus tukang mabuk baru bisa makan," jelasnya.

Namun saat itu pihak kemensos tetap meminta untuk membawa anak asuhnya.

"Langsunglah saya dipanggil ibunya (Pihak Kemensos) ngomong 'gimana ya buk ngomongnya' 'kenapa bu' saya gelagat hati sudah gak enak, ternyata mereka bilang 'Mbak Novi dengan berat hati kami harus mengambil dan mengamankan 10 anak," ungkap Pratiwi Novinyanthi yang menangis.

Pratiwi Novinyanthi mengatakan alasan pihak Kemensos, Dinsos dan kepolisian mengambil anak asuhnya karena berkaitan pemberkasan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved