Arti Kata Bahasa Arab

Arti As-Sabiqun al-Awwalun Adalah, Inilah Mereka yang Pertama Kali Memeluk Islam, Angkatan 1, 2, 3

Istilah as-Sabiqun al-Awwalun artinya orang-orang yang pertama masuk islam, mendahului yang lainnya dan langsung mempercayai Muhammad utusan Allah

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
Arti As-Sabiqun al-Awwalun Adalah, Siapakah Mereka yang Pertama Kali Memeluk Islam? 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Arti As-Sabiqun al-Awwalun Adalah, Inilah Mereka yang Pertama Kali Memeluk Islam, Angkatan 1, 2, 3.

Kalimat as-Sabiqun al-Awwalun terdiri dari dua kata, as-Sabiqun dan al-Awwalun. As-Sabiqun berarti orang yang mendahului. Al-Awwalun artinya orang yang pertama.

Istilah as-Sabiqun al-Awwalun artinya adalah orang-orang yang pertama masuk islam, mendahului yang lainnya dan langsung mempercayai Muhammad adalah Rasulullah setelah mendapatkan wahyu dari Allah.

Siapakah as-Sabiqun al-Awwalun?

 Dr. Ali Muhammad as-Shallabi dalam kitabnya, as-Sîratun Nabawiyyah ‘Ardhu Waqâ’i’ wa Tahlîl al-Ahdâts menyebutkan as-sabiqun al awwalun terbagi dalam tiga angkatan.

Angkatan Pertama
Orang-orang yang masuk angkatan pertama masuk Islam adalah Sayyidah Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritas, putri-putri Rasulullah, dan Abu Bakar as-Shiddiq radhiyallâhu ‘anhum.

Sayyidah Khadijah ra
Sayyidah Khadijah ra merupakan istri pertama Rasulullah saw. Tercatat sebagai perempuan pertama yang masuk Islam. Bahkan, secara mutlak (baik laki-laki maupun perempuan) beliaulah manusia yang pertama kali memeluk agama yang dibawa oleh Rasulullah saw. Khadijah juga merupakan orang yang pertama kali mendengarkan wahyu dari lisan Rasulullah saw dan pertama kali membaca Al-Qur’an setelah mendengarnya langsung dari Rasulullah.


Khadijah juga merupakan orang yang pertama kali belajar shalat kepada Rasulullah saw. Rumahnya menjadi rumah pertama yang dituruni wahyu melalui perantara Jibril setelah wahyu pertama di Gua Hira.


Dalam beberapa riwayat dijelaskan tentang bagaimana Nabi mengajari Khadijah tata cara berwudhu dan shalat. Dikisahkan, ketika shalat sudah diwajibkan kepada Rasulullah saw, Jibril ra mendatanginya untuk mengajari tata cara berwudhu dan shalat. Jibril memukulkan tumitnya ke tanah (sisi lembah di dataran tinggi kota Makkah). Setelah tanah mengeluarkan air, Jibril berwudhu dan melakukan shalat. Rasulullah saw pun mengikuti tata acara wudhu dan shalat yang diajarkan Jibril. Berikutnya, orang yang pertama kali Nabi saw ajarkan dari hasil belajar dengan Jibril itu adalah Khadijah.


Ali bin Abi Thalib ra
Setelah Khadijah, orang yang masuk Islam berikutnya adalah Ali bin Abi Thalib. Ali tercatat sebagai orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan anak-anak. Menurut pendapat yang paling kuat dan didukung Imam at-Thabari dan Ibnu Ishaq, usia Ali saat itu 10 tahun. Ali kecil diasuh oleh Rasulullah saw, yang diambil dari paman Nabi saw, yaitu Abu Thalib. Ia merupakan orang ketiga yang mengerjakan shalat setelah Khadijah dan Nabi saw.


Zaid bin Haritsah ra
Nama lengkapnya adalah Zaid bin Haritas al-Kalbi. Ia merupakan kekasih Nabi saw, budaknya, sekaligus anak angkatnya. Zaid tercatat sebagai orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan budak. Kecintaan Zaid kepada Rasulullah saw dibuktikan saat disuruh memilih antara keluarganya dan Rasulullah saw, Zaid lebih memilih Rasulullah saw.


Suatu ketika, ayah dan keluarga Zaid datang ke Makkah untuk membeli dan membebaskan Zaid yang saat itu berstatus sebagai budak Nabi saw. Lalu Rasulullah saw pun menyerahkan pilihannya kepada Zaid, bersedia dibeli keluarganya dan pulang bersama mereka, atau tetap bersama Rasulullah saw. Ternyata Zaid lebih memilih tinggal bersama Rasulullah saw.


“Saya tidak akan memilih satu orang pun dari kalian, Rasulullah bagiku sudah seperti ayah dan paman bagiku”, tegas Zaid.


Putri-Putri Rasulullah saw
Sebagai orang yang setiap hari melihat kepribadian ayahnya yang begitu mengagumkan, putri-putri Rasulullah saw segera mengikuti agama yang dibawa oleh ayah mereka. Mereka adalah Zainab, Ummu Kultsum, Fathimah, dan Ruqayyah radhiyallahu ‘anhunna. Selain itu mereka juga terpengaruh dengan ibu-ibu mereka. Dengan demikian, rumah Rasulullah saw adalah rumah pertama yang dihuni oleh keluarga beriman dan tunduk pada syari’at Allah swt. Maka, rumah itu memiliki beberapa keistimewaan, yaitu:

 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved