Polisi Tewas Ditembak Senior di Bogor
Momen Claudia Tesa Kunjungi Makam Bripda Ignatius Dwi Frisco : Bahagia Sayangku
Momen Claudia Tesa, mengunjungi makam mendiang Bripda Ignatius Dwi Frisco sang kekasih yang tewas tertembak seniornya. tulisan doa untuk sang kekasih.
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Aggi Suzatri
TRIBUNSUMSEL.COM- Claudia Tesa, mengunjungi makam mendiang Bripda Ignatius Dwi Frisco sang kekasih yang tewas tertembak seniornya.
Melalui Instagramnnya pada Jumat, (28/7/2023), Claudia Tesa mengunggah momen memiluhkan.
Claudia Tesa terlihat memamkai baju warna hitam topi berwarna pink, membelakangi kamera duduk disamping makam Bripda Ignatius Dwi Frisco.
Makam yang masih basah itu diusap Claudia Tesa bak melepas kepergian sang kekasih.
Baca juga: Bahagia Adek Dicintai Kamu, Curhat Pilu Claudia usai Bripda Frisco Tewas Diduga Ditembak Senior

Tampak dalam foto itu, Claudia Tesa memperlihatkan dirinya membawa bunga duka kuning berbentuk salib.
Kepergian anggota polri yang akrab disapa Bripda Rico itu tentunya melukai hati Claudia.
Pasalnya, kematian sang kekasih yang secara mendadak itu menjadi pukulan mendalam baginya.
Melalui caption unggahannya itu, Claudia membuat tulisan doa untuk sang kekasih.
Ia berharap agar Brika Rico bisa beristirahat dengan tenang untuk selamanya.
"Istirahat dengan tenang dan bahagia sayangku(emoji hati putih)," tulis Claudia Tesa, pada Instastorynya.
Baca juga: Bripda Ignatius Tewas Tertembak Senior, Masyarakat Dayak Kalbar Minta Kapolri Beri Hukuman Setimpal
Ia pun berharap atas kepergian Bripda Rico itu, Claudia dan keluarga yang ditinggalkan tabah.
"Doakan kami yang masih berziarah di dunia ini," katanya.
Sebelumnya, Claudia Tesa juga mencurahkan isi hati usai pacarnya, Bripda Ignatius Dwi Frisco.
Dalam curhatnya, Claudia mengaku ikhlas atas kepergian Bripda Ignatius Dwi Frisco.
"Jadi begini ya cerita akhir kamu, omongan kita berdua nda pernah salah kan yang.
Kami udah ikhlas kepergianmu, bahagia di surga ya," tulisnya di Instagram.

Claudia Tesa juga mengatakan sangat bahagia pernah dicintai oleh Bripda Ignatius Dwi Frisco.
"Bersyukur dan bahagianya adek dicintai kamu dan menjadi bagian cinta terkahir kamu.
Tuhan menjadi saksi hidup kamu. Love you," tulisnya.
Claudia Tesa ternyata sempat curhat ke teman punya firasat tak tenang saat ditelpon oleh ayah pacarnya.
Claudia Tesa langsung mencurahkan perasaannya soal Bripda Frisco pada temannya yang bernama Riana.
Ia mengaku memiliki firasat merasa tak tenang saat ditelpon oleh ayah sang kekasih dilansir dari akun instagram @tsy.arn, Kamis (27/7/2023).
"Kak ngape ye perasaan aku nda enak ni," kata Claudia.
"Kan kan Hmm," jawab Riana.
"Kak.
Nda tenang aku kak dengarnya.
Bapaknya nelfon aku tadi," sambung Claudia Tesa.
Baca juga: Kisah Perjuangan Bripda Frisco Tewas Tertembak, Cita-Cita Jadi Polisi Sempat Gagal Tes TNI
Dalam keterangan instastory tersebut juga dituliskan kekhawatiran Claudia sebelum kematian Bripda Ignatius.
"Beberapa hari sebelum dapat kabar, perasaan gea emang udh ndak enak
Setiap hari ada jak kekhawatirannya..
Ternyata ini jawabannya ya dek
Adek kak sya harus kuat, harus tegar supaya bisa memberikan keterangan sebagai saksi besok (hari ini)," tulis Riana.
Kenangan Bripda Ignatius Dwi Frisco Bersama keluarga
Kesedihan mendalam dirasakan keluarga Bripda Ignatius Dwi Frisco yang diduga tewas ditembak senior.
Pasangan Inosensia Antonia Tarigas dan Y. Pandi harus menelan pil pahit mengetui anaknya yang baru lulus sebagai anggota polisi harus meregang nyawa di Rusun Polri Bogor.
Dimata sang Ibu, ia bercerita jika sosok mendiang Bripda Ignatius sangat baik dan perhatian pada keluarga.
Bahkan, selama menjadi anggota Polri, anggota polisi yang akrab disapa Rico itu tak pernah mengeluh apapun.
"Dia anaknya memang baik ndak mau menyusahkan orangtua,”
"Ndak minta ini itu. Semenjak tugas ndak pernah menceritakan kesulitan. Kelihatan happy banget. Ndk pernah cerita macam," ungkap Inosensia Antonia Tarigas, dilansir dari Tribunmelawai.com, Kamis, (27/7/2023).
Baca juga: Kenang Bripda Ignatius Dwi Frisco Tewas Tertembak Senior, Tiap Hari Telepon Ibunda : Ma Lagi Apa
Meski bertugas di Bogor, Bripda Ignatius selalu menyempatkan waktu untuk menanyakan kabar sang ibunda.
"Hampir tiap hari kalau ada waktu luang, tanya, 'Ma, lagi ngapa. Udah makan belum', itu pasti pertanyaannya," ungkap Insonsia.

Insonsia pun mengenang kembali masa kecil Bripda Ignatius yang sudah bercita-cita menjadi anggota Polri atau TNI.
"Sebenya dari kecil memang bercita-cita jadi polisi sejak kecil. Dari TK tuh, kalau ada kegiatan pakaian Polisi itu lah dia kalau besar mau jadi apa jadi Polisi,”
"Pas hari kartini dia minta saya dipakaikan baju Polisi. Baju Polisi maunya. Saya belikan ke pasar," ungkapnya.
"Kalau gak TNI. Awalnya mau jadi TNI, tapi karena ndak lolos. Ndak masuk," ujar Insonsia dan Y. Pandi.
Kini kariernya harus berhenti dijalan setelah tewas diduga ditembak oleh seniornya di Densus 88, Bogor.
Ayah Bripda Ignatius Sebut Ditelepon Mabes Polri Anaknya Sakit Keras
Ayah Bripda Ignatius, Y Pandi mengatakan dirinya langsung ditelepon oleh pihak Mabes Polri pasca kejadian yang menimpa anaknya.
Pada hari Minggu (23/7/2023) pukul 01.40 WIB, Bripda Ignatius Dwi Frisco tewas diduga ditembak oleh seniornya di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Baca juga: Kronologi Bripda Ignatius Dwi Frisco Anggota Densus 88 Tewas Ditembak Seniornya di Rusun Polri Bogor
Kala itu, Y.Pandi diminta pihak Mabes Polri untuk buru-buru ke Jakarta.
Namun saat itu pihak Mabes menyebut Bripda Ignatius sakit keras, bukannya tewas ditembak.
"Saya mendapat telepon dari Mabes Polri, mereka mengatakan anak saya ini sakit keras, kalau bisa bapak dan ibu segera turun ke Jakarta, itu hari Minggu tanggal 23 Juli, jam 11.30 Wib," kata Y.Pandi dilansir TribunnewsBogor.com.
Diminta segera ke Jakarta, pria yang memiliki jabatan sebagai Sekretaris Inspektorat Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat itu pun tak lantas percaya.
Sebab sebelumnya, Y.Pandi pernah tertipu oleh telepon iseng.
"Setelah itu kami tidak percaya karena saya juga pernah tertipu oleh telepon yang gelap yang mengancam, bilang saya kecelakaan, makanya kami enggak percaya," imbuh Y.Pandi.
Namun tak berselang lama, pihak dari Polda Kalimantan Barat turut meneleponnya dan meminta Y.Pandi agar segera ke Jakarta.
Seluruh biaya akodomasi dan tiket perjalanan orangtua Bripda Ignatius Dwi pun ditanggung Polda Kalbar.
Baca juga: Video Call Terakhir Bripda Ignatius Dengan Sang Ayah 5 Jam Sebelum Tewas Tertembak, Tanya Hal Ini
Setelah tiba di Jakarta, Y.Pandi tersentak dengan fakta yang ia temukan.
Bahwa putra kesayangannya itu tewas dengan luka jahitan yang ternyata bekas penembakan di leher dekat telinga.
Y.Pandi pun syok saat mendengar penjelasan Mabes bahwa Bripda Ignatius meninggal karena tak sengaja ditembak seniornya.
"Menurut kami sulit untuk diterima secara akal sehat manusia sebagaimana mungkin ada senjata api yang tiba-tiba meletus dan tepat sekali mengena ke bagian leher anak kami. Kami tetap ingin agar ada keterbukaan, ada kejujuran dan sikap profesional dari pihak Mabes Polri," pungkas Y.Pandi.
Kini, keluarga korban tengah melaporkan kasus kematian Bripda Ignatius ke pihak Propam.
Mereka pun didampingi oleh tim dari kuasa hukum Hotman Paris.
Menurut Polri, peristiwa ini terjadi karena kelalaian anggota Polri lainnya yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Yang terjadi adalah kelalaian anggota pada saat mengeluarkan senjata dari tas kemudian meletus dan mengenai rekannya yang berada di depannya," kata Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Kamis (27/7/2023).
Setelah insiden tersebut, pihak Kepolisian mengamankan dua anggota yang diduga terlibat sebagai terduga pelaku.
Aswin membenarkan Bripda IDF dan para terduga pelaku adalah anggota Densus 88 AT Polri.
Menurut dia, kejadian ini juga masih didalami oleh Tim Densus 88 AT Polri bersama dengan Polres Bogor.
Baca berita lainnya di google news
Tribunsumsel.com
Polisi Tewas Ditembak Senior di Bogor
Claudia Tesa Kunjungi Makam Bripda Ignatius Dwi Fr
Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage
Bripda Ignatius Disebut Keluarga Sering Dicekoki Minuman Beralkohol oleh Senior Namun Ditolak |
![]() |
---|
Curhat ke Pacar, Bripda Ignatius Sering Ketakutan hingga Tak Tahan dengan Ulah Senior, Minta Didoai |
![]() |
---|
Fakta Baru Kasus Tertembaknya Bripda Ignatius, Senpi Ternyata Ilegal & Kepemilikan Belum Jelas |
![]() |
---|
Warga Dayak Kalbar Desak Pelaku Penembakan Bripda Ignatius Dikenai Hukum Adat Pati Nyawa |
![]() |
---|
Nasib Bripda AK dan Bripda AY Terseret Kasus Tewasnya Bripda Ignatius, Berperan Beli Miras |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.