Kebakaran di Gandus Palembang

64 Jiwa Terdampak Kebakaran di Lorong Sepakat Gandus, Butuh Bantuan Sembako, Selimut dan Obat

Sebanyak 64 jiwa terdampak jadi korban kebakaran di Lorong Sepakat Gandus, butuh bantuan sembako, selimut dan obat.

Penulis: Fransiska Kristela | Editor: Vanda Rosetiati
KOLASE TRIBUN SUMSEL
Sebanyak 64 jiwa terdampak kebakaran di Jalan PSI Sido Ing Kenayan Lorong Sepakat RT 37 RW 004 Kecamatan Gandus Kota Palembang mengungsi dan butuh bantuan. Hal ini diungkap RT 37 RW 004, Fitriyadi. 

Tujuh Rumah Hangus

Kebakaran di Lorong Sepakat Jalan Pangeran Sido Ing (PSI) Kenayan persisnya di Jembatan 3 RT 37 RW 004 Kecamatan Gandus Palembang terjadi Sabtu (15/7/2023) dini hari.

Tujuh rumah semi permanen hangus terbakar jadi arang dan puing pada musibah yang terjadi pukul 03.00 dini hari tersebut.

Informasi dihimpun, saat peristiwa kebakaran tersebut masyarakat sekitar sedang istirahat.

"Kejadiannya itu cepat sekali, saya bangun sudah dengan orang teriak kebakaran berulang kali," ujar salah satu korban kebakaran Amran.

Diceritakan Amran pada saat kejadian dia bersama tiga orang anaknya sedang pulas tidur.

"Kaget bukan main tadi itu posisi kita lagi tidur tiba-tiba ada yang teriak kan. Nah pas keluar api udah besar dan saya langsung mengajak anak serta istri saya keluar rumah," ceritanya.

Saat genting tersebut kondisi sekitar sedang hujan rintik dan angin kencang dari arah darat menuju perairan.

"Kencang sekali tadi anginnya, muter-muter. Saya ajak anak saya langsung berlari ke arah laut (sungai musi) karena kalau saya ke arah darat sudah nga bisa karena asap dan api sangat besar," katanya.

Bahkan karena api yang sangat besar itu, dirinya juga tak sempat membawa lagi pakaian ataupun barang lainnya untuk diselamatkan.

"Mana sempat lagi tadi bawa pakaian, badan selamat tadi saja sudah sangat bersyukur tadi," katanya.

Tambahnya bahwa detik-detik saat dia menyelamatkan dirinya, istri dan anak-anaknya sangat dramatis karena posisi mereka ada di pinggir sungai.

"Langsung saya tadi lari berenang menuju ke perahu yang ditambat untuk menyelematkan diri menuju ke tempat aman bersama keluarga,"ceritanya.

Pada saat api membesar tersebut, ada pula kapal tougbot yang membantu mereka untuk memadamkan api melalui jalur air

"Tadi ada yang bantu dari laut, hanya saja ngga sampai ke ujung semprotan airnya itu jadi hanya kena di beberapa rumah tidak semuanya," katanya.

Akibat dari kejadian ini pihaknya merugi hingga ratusan juta rupiah dan saat ini mereka tinggal di rumah RT untuk sementara waktu.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Silakan gabung di Grup WA TribunSumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved