Kebakaran di Gandus Palembang

64 Jiwa Terdampak Kebakaran di Lorong Sepakat Gandus, Butuh Bantuan Sembako, Selimut dan Obat

Sebanyak 64 jiwa terdampak jadi korban kebakaran di Lorong Sepakat Gandus, butuh bantuan sembako, selimut dan obat.

Penulis: Fransiska Kristela | Editor: Vanda Rosetiati
KOLASE TRIBUN SUMSEL
Sebanyak 64 jiwa terdampak kebakaran di Jalan PSI Sido Ing Kenayan Lorong Sepakat RT 37 RW 004 Kecamatan Gandus Kota Palembang mengungsi dan butuh bantuan. Hal ini diungkap RT 37 RW 004, Fitriyadi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sebanyak 64 jiwa terdampak jadi korban kebakaran di Jalan PSI Sido Ing Kenayan Lorong Sepakat RT 37 RW 004 Kecamatan Gandus Kota Palembang harus mengungsi.

Mereka korban kebakaran di Lorong Sepakat Gandus ini terdiri dari dua lansia usia 80-an tahun, empat balita dan sisanya orang dewasa.

Mereka sementara mengungsi di rumah Ketua RT 37 Fitriyadi.

Kondisi mereka saat ini sangat membutuhkan bantuan baik dari pemerintah ataupun relawan, lantaran tak ada sisa barang dari rumah mereka yang bisa diselamatkan.

Bantuan yang dibutuhkan warga ini berupa sembako, selimut dan obat. 

Menurut Fitriyadi ketua RT setempat mengatakan saat ini kondisi dari korban kebakaran dalam kondisi sehat.

"Alhamdullah kondisi mereka sehat, namun dari dinas kesehatan belum datang untuk mengecek kondisi kesehatan kami terlebih kondisi kesehatan dari lansia yang ikut jadi korban," katanya saat ditemui, Sabtu (15/7/2023).

Baca juga: Detik-detik Satu Keluarga Selamat dari Maut, Korban Kebakaran di Lorong Sepakat Gandus Palembang

Lebih lanjut Fitriyadi mengatakan usai dari kejadian tersebut para warga harus saling pinjam baju karena harta benda termasuk pakaian sudah hangus terbakar.

"Kalau untuk pakaian ini dari warga yang ngga terdampak, karena korban ini kan banyak dan ngga sempat untuk menyelematkan harta bendanya mereka," bebernya.

Bahkan untuk selimut dan makanan, para korban masih banyak kekurangan.

"Sejauh ini baru ada bantuan dari Dinsos Pemrov Sumsel dan sejumlah relawan yang memberikan bahan pokok seperti beras, terpal, dan juga karpet. Namun yang saat ini sangat penting itu pakaian dan obat-obatan, dan sembako,"katanya

Karena lokasi yang jaraknya 400 meter dari akses jalan besar, sehingga bantuan yang diberikan kepada warga harus diangkut bolak balik menggunakan motor dan angkong (sorong).

"Nantinya untuk dapur umum karena di sini tidak memungkinkan, nanti akan dibuat dapur yang ada di dekat jalan untuk memudahkan pasokan sembako masuk. Kalau makanan sudah siap itu dibungkus dan baru dihantarkan ke rumah saya ini," bebernya.

Pihaknya berharap agar pemerintah mengulurkan bantuan untuk warganya yang terdampak kebakaran, karena banyaknya warga yang terdampak.

"Warga saya ini kan ada juga balita yang butuh susu, Pampers, pakaian juga jadi saya berharap pemerintah segera untuk mengulurkan bantuan kepada kami," tutupnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved