Berita Viral

Kisah Sumiati 10 Tahun jadi TKW di 3 Negara, Berhasil Sekolahkan Anak hingga jadi Jaksa: Saya Bangga

Inilah kisah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Gumelar, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang berhasil sekolahkan anaknya jadi jaksa

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Kompas.com
Inilah kisah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Gumelar, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang berhasil sekolahkan anaknya jadi jaksa 

"Pas lulus SMA dia bilang mau kuliah hukum, saya sempat ragu, kan di pikiran saya pekerjaan lulusan hukum kurang menjanjikan, tapi kemudian anak menjelaskan kalau ini yang dia inginkan dan dia bisa sukses nantinya," tuturnya.

Dengan membanting tulang di perantauan, perempuan itu pun menaruh harapan dan kepercayaan penuh pada cita-cita anaknya.

Ia terus menyemangati sang anak untuk studinya. Dengan begitu anaknya tidak perlu minder dengan teman-temannya.

Meski anaknya memiliki ibu seorang pekerja migran, tapi sang anak tetap dapat sukses mewujudkan cita-cita.

Terbukti, pada November 2017 anaknya lulus dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Ia yakin peluh keringatnya akan berbuah manis dengan kegigihan sang anak sulung.

Rasa bangga Susmiati tak berhenti sampai disitu, sang anak dinyatakan berhasil lolos seleksi PNS dan diterima sebagai Jaksa.

"Abis lulus 2018 seleksi Pegagai Negeri Sipil (PNS). Dari 10.000 pendaftar dia masuk 400 besar dan Alhamdulillah keterima jadi jaksa. Mungkin dia satu-satunya jaksa di kampung saya," ungkapnya.

Baca juga: Kisah TKW Pulang ke Indonesia setelah 8 Tahun Bekerja, Pura-pura jadi Pembeli saat Temui Kakak

Meski tidak mendampingi tumbuh kembangnya secara langsung, Susmiati mengaku sangat bangga dengan keberhasilan anaknya.

"Suatu kebangaan walau ibu seorang TKI, tapi anak bisa ngangkat derajat orangtua. Saya bangga anak bisa sampai titik itu. Anak juga bangga, sekarang enggak minder kalau anak TKI juga bisa jadi jaksa," lanjutnya.

Begitu diterima, pada dua tahun pertama anak sulungnya langsung ditugaskan di Tolitoli Sulawesi Tengah.
Kemudian dipindahtugaskan ke Tarakan, Kalimantan Utara dua tahun berikutnya.

Selain itu, Susmiati masih harus menyekolahkan tiga anaknya. Anak bungsunya masih duduk di bangku kelas 1 SD, lalu kelas 5 SD, dan kelas 3 SMK.

Kendati tidak lagi berusia muda, semangat Susmiati untuk kembali merantau ke luar negeri tak pudar.

Ia tetap ingin melanjutkan karirnya dinegeri orang agar bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi.

"Iya ini kan itungannya saya eks pekerja migran, jadi memang bisa kembali sebelum 50 tahun," ujarnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved