Istri Meninggal Melahirkan di Muratara

Nasib Tiga Nakes Tangani Wanita Meninggal Melahirkan di Muratara, Ini Kata Kadinkes

Tiga nakes terdiri dari dua bidan dan seorang perawat yang menangani pasien ibu hendak melahirkan ditarik ke Muara Rupit ibukota Muratara.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Nasib tiga nakes terdiri dari dua bidan dan seorang perawat yang menangani pasien ibu hendak melahirkan dan meninggal, ketiganya ditarik ke Muara Rupit ibukota Muratara. Hal ini diungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Muratara, Tasman Majid, Selasa (30/5/2023). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Dua bidan dan seorang perawat yang bertugas di Puskesmas Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), ditarik ke Muara Rupit ibukota Musirawas Utara (Muratara). 

Mereka bertiga adalah tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien ibu hamil hendak melahirkan hingga berujung meninggal dunia pada 9 Mei 2023 lalu.

Ketiganya akan dibina lagi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara imbas dari viral suami curhat istrinya meninggal melahirkan diduga akibat kelalaian oknum nakes di Puskesmas Pauh.

"Mereka kita tarik dulu ke ibukota, istilahnya itu mereka akan kita magangkan lagi, mungkin nanti kita tempatkan di RSUD Rupit," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Muratara, Tasman Majid, Selasa (30/5/2023).

Menurut Tasman, ketiga tenaga kesehatan tersebut sebenarnya sudah cukup berpengalaman menangani persalinan atau mengobati pasien selama bertugas di Puskesmas Pauh.

Baca juga: Pengakuan Bidan dan Perawat Puskemas Pauh Soal Ibu Meninggal Saat Akan Melahirkan, Bukan Mau Tidur

Namun mereka dianggap masih perlu diberikan tambahan wawasan terutama mengenai cara berkomunikasi, serta untuk menumbuhkan jiwa sosial dan pentingnya nilai arti kemanusian.

"Mereka ini bukan nakes baru, sudah lumayan berpengalaman. Dalam kasus ini mereka mengakui ada salahnya juga, salah komunikasi dengan keluarga pasien, ada miss komunikasi, bercampur suasana panik juga," kata Tasman.

Terkait sanksi untuk ketiganya, Dinas Kesehatan belum mengambil keputusan karena masih menunggu penjelasan secara tertulis dan lengkap dari manajemen Puskesmas Pauh untuk dilaporkan ke bupati selaku pimpinan.

Dari situ barulah nantinya bisa disimpulkan apakah ada kelalaian yang disengaja oleh bidan dan perawat yang menangani pasien di sana saat itu atau mereka sudah bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) persalinan.

"Untuk sementara ini mereka kita tarik dulu ke ibukota, untuk pembinaan, soal sanksi kami akan menyelesaikan dulu investigasi, nanti hasilnya dilaporkan dulu ke pimpinan," kata Tasman.

Kronologi Istri Meningal Hendak Melahirkan

Kronologi seorang istri di Muratara, Sumatera Selatan yang meninggal dunia saat hendak melahirkan di puskesmas Pauh.

Kejadian tersebut viral di media sosial setelah diungkap oleh suami pasien yang mengeluhkan pelayanan puskesmas Pauh di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan.

Sang istri meninggal dunia setelah kondisinya semakin lemah karena terlambat mendapatkan pertolongan medis.

Diduga istri dari pria yang curhat itu meninggal dunia akibat kelalaian oknum petugas atau bidan di Puskesmas Pauh, Muratara.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved