Berita Palembang

Herman Deru Pastikan Akan Tetap Berpasangan Mawardi Yahya di Pilgub Sumsel 2024, HDMY Jilid II

Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya kini telah resmi bergabung di Gerindra.Ternyata hal tersebut sudah atas ijin Gubernur Sumsel

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Moch Krisna
TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA TRISNAWATI
Gubernur Sumsel Herman Deru saat kegiatan meninjau Arus Balik Mudik Lebaran 2023 di Terminal Alang-alang Lebar, Sabtu (29/4/2023) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya kini telah resmi bergabung di Gerindra.

Ternyata hal tersebut sudah atas ijin Gubernur Sumsel Herman Deru.

"Iya itu sudah sepengetahuan saya dan sudah matur (bilang) ke saya," kata Herman Deru saat diwawancarai di sela-sela kegiatan meninjau Arus Balik Mudik Lebaran 2023 di Terminal Alang-alang Lebar, Sabtu (29/4/2023)

Menurut Deru, wakil pimpinan daerah itu kan pejabat politik tentu perlu dukungan dari berbagai parpol. Ini adalah suatu kesempatan yang baik untuk Wakil Gubernur Sumsel untuk ke suatu partai.

"Memang nggak harus sama partai nya dengan saya dan itu sudah sepengetahuan saya. Kalau kita hanya berkutat di satu partai bagaimana kita bisa mengakomodir semua aspirasi dari konsekuen lain," ungkapnya

Masih kata Deru, karena di Indonesia ini kan partainya banyak. Jadi dengan berbeda partai bisa banyak mengakomodir aspirasi yang ada.

"Kita sudah komit untuk berpasangan. Jadi masih tetap Herman Deru dan Mawar Yahya (HDMY). InsaAllah HDMY jilid II," katanya singkat

Sebelumnya, Mawardi Yahya mengungkap alasannya bergabung dengan Gerindra usai lama bergabung dengan Partai Golkar.

"Di Golkar saya tidak masuk di struktur dan diberhentikan termasuk anak, dan adek-adek saya," kata Mawardi Yahya saat dikonfirmasi, Jumat (28/4/2023)

Namun meskipun begitu Mawardi Yahya mengucapkan terimakasih pada Golkar karena memang semuanya hampir rata-rata posisi pencapaian ini dari Golkar.

"Tapi kita sudah tidak dipercaya lagi dan diberhentikan dari Golkar. Bisa jadi bagi Golkar kita membebani, ya kita terima saja diberhentikan," ungkapnya

Masih kata Mawardi, namun di Gerinda mereka masih dibutuhkan.

Untuk itulah Mawardi Yahya berpikir untuk bergabung saja dengan Gerindra.

"Karena kita orang politik mau tidak mau harus berada di partai. Karena partai salah satu wadah dalam berdemokrasi dan menjadi kekuatan," cetusnya

Menurutnya, kalau hanya bicara sendiri tidak ada kekuatan, tapi kalau bergabung dengan partai politik itulah saran demokrasi di bangsa ini.

Sementara itu untuk di Partai Gerindra, Mawardi Yahya sebagai anggota pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.

"Walaupun di DPP, saya diminta Prabowo membina kader di Sumsel. Supaya benar-benar menjalankan seperti AD ART dan dalam kebijakannya berpihak pada rakyat," katanya

Mawardi Yahya pun menceritakan pilihan jatuh pada Gerindra karena ia melihat Gerindra konsekuen dalam arti kata yang ikhlas dan masih dipercaya dalam menjalankan visi dan misinya membangun bangsa dan negera ini.

Terlebih Gerindra tidak neko-neko dan membantu ikhlas untuk membantu Presiden Jokowi memperbaiki tatanan negara.

"Bagi saya sosok Prabowo, tidak pernah putus semangat dan ikhlas meskipun ada yang menghianat tetap tegar," ungkapnya

Menurutnya, komitmen Prabowo terhadap negara kesatuan RI dan membantu Jokowi dalam membangun bangsa meskipun ada retorika tapi dia tetap membantu dalam membangun bangsa ini.

"Saya kagum dengan Prabowo. InsaAllah mungkin saatnya rakyat memberikan amanat pada beliau di 2024 untuk jadi Presiden," katanya

Sementara itu ketika ditanya apakah Mawardi Yahya akan nyalon di 2024, menurutnya hal tersebut belum dipikirkannya.

"Untuk nyalon belum ada rencana, saya masih bersama dengan Gubernur Sumsel Herman Deru," katanya.

(*)

Baca berita lainnya di google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved