Berita Palembang

Cerita Suyami Pemudik Asal Palembang Tujuan Solo, Ikut Mudik Gratis 2023 Bersama Paguyuban

Selama dua tahun Suyami pemudik asal Palembang tak bisa mudik ke kampung halamannya di Solo. Program mudik gratis 2023 dimanfaatkan pulang kampung.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Selama dua tahun Suyami pemudik asal Palembang tak bisa mudik ke kampung halamannya di Solo. Program mudik gratis 2023 dimanfaatkan pulang kampung. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Selama dua tahun Suyami pemudik asal Palembang tak bisa mudik ke kampung halamannya di Solo.

Suyami hingga saat ini memang berasal dari Solo dan tinggal di Palembang dan bekerja sebagai penjual jamu.

Program mudik gratis 2023 yang diadakan Pemerintah Provinsi Sumsel dimanfaatkan oleh Suyami untuk mudik pada lebaran kali ini.

Ditemui Rabu (19/4/2023), Suyami menuturkan selama dua tahun ke belakang dirinya tak bisa mudik ke kampung halamannya lantaran sebelumnya ada pandemi Covid-19.

Namun kini akhirnya Suyami beserta keluarga bisa mudik ke Solo.

"Alhamdulillah tahun ini bisa mudik ke Solo, setelah dua tahun nggak mudik," kata Suyami saat diwawancarai di Terminal Alang-alang Lebar sebelum pelepasan Mudik Gratis dari Pemerintah Provinsi Sumsel, Rabu (19/4/2023).

Baca juga: Gubernur Sumsel Herman Deru Melepas 2020 Warga Ikut Mudik Gratis 2023, Tujuan Dalam dan Luar Kota

Menurut Suyami yang merupakan penjual jamu di Palembang ini, ia mudik bersama keluarga dan teman-teman sesama penjual jamu di Palembang.

"Setidaknya ada 20 orang yang bakal mudik ke Solo dari perkumpulan jamu gendong di Palembang. Terimakasih Gubernur Sumsel Herman Deru telah memberikan mudik secara gratis," katanya

Suyami menceritakan, bahwa ia ke Palembang sejak tahun 1979, untuk mencari pekerjaan. Iya Alhamdulillah bisa jualan jamu di Palembang.

Menurut Suyami, ia sudah lebih dari 30 tahun jualan jamu.
Awalnya ia jualan jamu dengan cara digendong. Namun seiring berjalannya waktu kini pakai sepeda, supaya mobilitasnya lebih cepat dan supaya nggak terlalu capek.

"Untuk penghasilan dalam sehari tidak tentu, setidaknya Rp 150 ribu sehari paling kecil. Biasanya saya jualan di 13-14 Ilir, keliling pakai sepeda," katanya

Sementara itu Ketua Paguyuban Bakso Solo Berseri (PBSB) Tugimin didampingi Penasehat Paguyuban baik dari Jamu Gendong maupun PBSB Munaryo menambahkan, untuk paguyuban ini disediakan satu bus.

"Total ada 45 orang yang dari Paguyuban ke Solo. Ada dari PSBS, perkumpulan jamu gendong, pecel lele
dan lain-lain," katanya

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Sumsel yang telah memfasilitasi mudik gratis tahun ini. Karena memang rata-rata sudah dua tahun pada tidak mudik.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Silakan gabung di Grup WA TribunSumsel

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved