Berita Ogan Ilir

Buntut Pelaku Curanmor Tewas Dihajar Massa di Pemulutan OI, Keluarga Yendi Tak Terima

Keluarga pelaku pencurian sepeda motor yang tewas dihakimi massa di Pemulutan Ulu, Ogan Ilir, melapor ke polisi.

TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG
Epi, ayahanda Yendi saat ditemui di kediamannya di Desa Ibul Besar 2, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, Rabu (12/4/2023). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA -Keluarga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang tewas dihakimi massa di Pemulutan Ulu, Ogan Ilir, melapor ke polisi.

Diketahui, pelaku curanmor tewas dihajar massa pada Minggu (9/4/2023) bernama Yendi Saputra (35 tahun), warga Desa Ibul Besar 2 Kecamatan Pemulutan.

Ayahanda Yendi, Epi Ihsan mengatakan, perkara yang dilaporkan keluarga yakni pengeroyokan yang mengakibatkan kematian seperti diatur dalam Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP.

"Kami tidak terima keluarga kami meninggal dengan cara seperti itu (dikeroyok massa)," ujar Epi kepada TribunSumsel.com, Rabu (12/4/2023).

Pria 49 tahun ini mengatakan, sebelum dikabarkan meninggal dunia, Yendi pamit pada keluarga untuk bekerja di pabrik pengolahan bahan bakar.

Menurut Epi, putra sulungnya itu berangkat bersama seorang rekannya pada Minggu (9/4/2023) siang sekira pukul 11.00.

Namun malamnya sekira pukul 19.00, keluarga mendapat kabar bahwa Yendi meninggal dunia dikeroyok massa dan jasadnya berada di Rumah Sakit Palembang BARI.

Epi menuturkan, seandainya Yendi terbukti mencuri, keluarga tak keberatan jika harus diproses hukum.

"Kalau memang dia mencuri, kami terima. Tapi ini kan urusannya nyawa, itu yang kami minta keadilan," ujar Epi.

Pihak keluarga Yendi juga didampingi tim kuasa hukum dalam melaporkan perkara dugaan pengeroyokan ini.

Keluarga berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti dan para pelaku pengeroyokan diproses serta dihukum seadil-adilnya.

"Cepat segera para pelaku ditangkap, proses," ucap Epi.

Terpisah, Kapolsek Pemulutan AKP Herry Yusman membenarkan adanya laporan terkait dugaan aksi main hakim sendiri.

"Iya, laporan (keluarga pelaku tewas) sudah diterima," kata Herry diwawancarai terpisah.

Polsek Pemulutan sebelumnya juga telah menerima laporan terkait perkara pencurian sepeda motor.

Pemilik motor melaporkan ada satu lagi pelaku pencurian yang belum tertangkap karena melarikan diri.

"Kami sudah terima laporan kedua belah pihak. Semuanya masih dalam proses," pungkas Herry.

 

Rekam Jejak Yendi 

 

Polisi mengungkap rekam jejak Yendi Saputra (35) Pencuri Motor Tewas Dihajar Massa di Pemulutan Ulu, Ogan Ilir, pada Minggu (9/4/2023) lalu.

Dalam aksi massa di Pemulutan Ulu, Ogan Ilir itu Yendi Saputra (35) tewas dihakimi massa, sementara satu pelaku lainnya melarikan diri dan kini buron.

"Yang melarikan diri merupakan DPO (Daftar Pencarian Orang), mungkin juga ada jaringan penadah curanmor. Ini akan kami kejar," kata Kapolres Ogan Ilir AKBP Andi Baso Rahman di Indralaya, Selasa (11/4/2023).

Ia menjelaskan untuk pelaku pencurian motor yang tewas dimasaa yakni Yendi   menurut Andi sudah sangat meresahkan masyarakat.

Tercatat ada empat laporan terkait kejahatan pencurian sepeda motor (curanmor) oleh Yendi yang diterima polisi.

"Pelaku (tewas) yang dikeroyok massa memiliki 4 LP (laporan), jadi LP-nya banyak. Sudah sering (aksi curanmor) dilakukan berulang-ulang," terang Andi.

Namun Andi tak merincikan di mana lokasi dan pihak kepolisian mana yang menerima empat laporan curanmor tersebut.

 

Meninggal di Perjalanan


 Diberitakan sebelumnya, Yendi Saputra (35) pelaku curanmor tewas dihakimi massa di Desa Ibul Besar 2, Kecamatan Pemulutan.

Saat petugas datang ke TKP, pelaku Yendi ditemukan dalam kondisi babak belur dengan kondisi kaki kanan berlumuran darah.

Massa meletakkan tubuh Yendi yang penuh kotoran lumpur itu pada sebuah troli dalam keadaan sekarat.

Polisi lalu membawa Yendi ke Rumah Sakit Palembang BARI untuk mendapatkan pertolongan.

"Di tengah perjalanan menuju rumah sakit, yang bersangkutan meninggal dunia," kata Kapolsek Pemulutan AKP Herry Yusman.

Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi, polisi mengaku telah mengantongi identitas satu pelaku curanmor lainnya yang turut serta bersama Yendi.

"Satu pelaku lagi sudah diketahui identitasnya. Kami sedang melakukan pengejaran," ujar Herry.

Baca juga: Wati Kaget Didatangi Menteri, Warga Plaju Ilir Penerima Program Sertifikat Tanah Gratis

Sementara pada video yang diterima TribunSumsel.com, wajah pelaku tampak berlumuran lumpur dan tak berdaya.

Pelaku sempat meminta minum kepada warga, namun justru pelaku kembali dihajar oleh massa yang beringas.

"Pak minta minum, Pak," ujar pelaku pada video tersebut.

"Tidak ada minum di sini. Biar anak dan istrimu tahu," ketus salah seorang warga.

"Kerjaan kamu maling. Ya harus tahan (rasa sakit)," kata warga lainnya.

 

 

 

Baca Berita Lainnya di Grup Whatsapp Tribun Sumsel

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved