Angin Puting Beliung di Lubuklinggau

Cuaca Ekstrem Lubuklinggau Sebabkan Angin Puting Beliung, Penjelasan BMKG

Cuaca ekstrem saat transisi musim sebabkan angin puting beliung di Lubuklinggau, penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

SRIPO/EKO HEPRONIS
Cuaca ekstrem saat transisi musim sebabkan angin puting beliung di Lubuklinggau, penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 

TRIBUNSUMSEL. COM, PALEMBANG - Cuaca ekstrem saat transisi musim sebabkan angin puting beliung di Lubuklinggau, penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) SMB II Palembang, Desindra Deddy Kurniawan mengatakan, memasuki masa peraihan atau transisi musim dari penghujan ke kemarau, menjadikan cuaca di beberapa daerah jadi ektrem.

Cuaca ekstrem itu seperti yang terjadi di Kota Lubuk Linggau, Rabu (29/3/2023), yang memporak porandakan sejumlah rumah warga. Meski begitu Desindra belum bisa memastikan apakah itu angin kencang atau puting beliung.

"Memang kalau puting beliung dengan angin kencang bedanya itu hanya bentuknya saja . Kalau puting beliung ada corongnya itu kayak belalai gajah hingga kepermukaan tanah," kata Desindra, Rabu (29/3/2023).

Diungkapkannya, karena keduanya kencang anginnya dan bisa merusak, sehingga masyarakat belum bisa membedakan mana yang puting beliung mana angin kencang.

"Namun yang jelas, sama- sama ekstremnya atau kencangnya. Kalau angin puting beliung bisa saja kejadian, karena melihat dari citra radar ada awan konvektif atau awan CB (Comulonimbus)," ujarnya.

Baca juga: Polisi Ungkap Motif Anak Bunuh Ibu Kandung di Muba Sumsel, Pelaku Akhirnya Tewas

Ditambahkan Desindra masih ada potensi terjadi cuaca ekstrem seperti angin kencang, petir, hujan lebat hingga puting beliung, mengingat beberapa daerah di Sumsel dipicu sistem awan konvektif seperti angin CB.

"Bulan Maret masih dimusim penghujan, April masuk masa transisi atau peralihan di musim hujan ke kemarau sehingga potensi cuaca ekstrem ada, " ungkapnya, seraya sudah memasuki level waspada.

Ia pun meminta masyarakat untuk di bulan Maret ini lebih waspada terkait potensi cuaca ektrem tadi, dan paling tidak masyarakat selalu mengupdate informasi dari BMKG.

"Sumber dari awan CB karena April Mei Juni masuk musim kemarau, dan di Linggau kalau membedakannya bentuknya dulu apakah benar puting beliung atau angin kencang saja, dan perlu ditanya ke masyarakat, meskipun dari laporan puting beliung, " tukasnya.

BMKG SMB II Palembang sendiri
Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak Hujan Lebat di Wilayah Sumatera Selatan (level waspada)*, berlaku *Tanggal 30 Maret 2023 pukul 07.00 WIB s/d 31 Maret 2023 pukul 07.00 WIB* sbb :

*Potensi Dampak Hujan Lebat dapat terjadi di wilayah:*

*1. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur* : Madang Suku II, Madang Suku III, Madang Suku I
*2. Kabupaten Ogan Komering Ulu * : Lubuk Raja, Sinar Peninjauan, Peninjauan, Lubuk Batang, Lengkiti, Sosoh Buay Rayap.
*3. Kabupaten Musi Rawas* : Muara Beliti, Tugumulyo, Tuah Negeri, Megang Sakti.
*4. Kabupaten Musi Rawas Utara* : Karang Jaya, Rupit, Rawas Ulu, Ulu Rawas.

*Dampak yang diprakirakan terjadi :*
• Sulit mengendarai kendaraan di jalanan.
• Sebagian kelompok masyarakat terisolir.
• Mulai terjadi kerusakan pada rumah dan bangunan lainnya.
• Sebagian masyarakat kehilangan mata pencaharian dan hewan ternak.
• Jembatan yang rendah tidak dapat dilintasi.
• Gangguan lalu lintas karena jalan utama banjir atau ditutup.
• Mulai terjadi kerusakan pada jalan dan jembatan.
• Gangguan skala sedang dan jangka menengah pada layanan air bersih/minum, listrik dan gas.
• Gangguan skala sedang dan jangka menengah pada operasional sekolah dan rumah sakit.
• Mulai terjadi kerusakan pada tanggul-tanggul sungai.
• Terjadi longsor, guguran bebatuan atau erosi tanah dalam skala menengah.
• Mulai terjadi wabah penyakit menular.
• Volume aliran sungai meningkat/banjir.
• Terjadi kerusakan pada sebagian tanaman.
• Terjadi pendangkalan pada sungai dan bendungan hingga tidak berfungsi.
• Terjadi aliran puing, lahar atau lumpur dalam skala menengah.
• Penerbangan pesawat dibatalkan atau ditunda.
• Perjalanan kereta dibatalkan.
• Gangguan pada kegiatan di pelabuhan (kapal, perikanan).
• Terjadi genangan air di daerah pesisir atau dataran rendah dalam skala menengah.
• Aliran banjir berbahaya dan mengganggu aktivitas masyarakat dalam skala menengah.

*Yang harus dilakukan :*
• Tetap tenang dan waspada.
• Berbagi/bertukar informasi dengan tetangga sekitar rumah.
• Berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah.
• Memperbarui informasi melalui media massa maupun media sosial.
• Mencari informasi melalui pihak-pihak terkait kebencanaan.
• Tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.
• Berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan.
• Mengamankan dokumen-dokumen penting.
• Mengondisikan barang-barang agar aman dari bencana.

Detail informasi Prakiraan Berbasis Dampak BMKG tersebut dapat diakses melalui link berikut: https://signature.bmkg.go.id.

BMKG Stamet SMB II Palembang membuka layanan informasi cuaca 24 jam, melalui:
- Telephone: 0711-430274
- Whatsapp: 0811 7878 044
- Follow @infocuacasumsel.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Silakan gabung di Grup WA TribunSumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved