Berita Selebriti

Kronologi Ajudan Pribadi Lakukan Penipuan Rp 1,3 Miliar, Ternyata Terkait Jual Beli Mobil Mewah

Kronologi Akbar Pera Baharudin atau kerap disapa Ajudan Pribadi lakukan penipuan akhirnya diungkap polisi.

Editor: Slamet Teguh
(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI )
Kronologi Ajudan Pribadi Lakukan Penipuan Rp 1,3 M, Ternyata Terkait Jual Beli Mobil Mewah 

Kini, Ajudan Pribadi resmi ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polres Metro Jakarta Barat.

Ajudan Pribadi alias Muhammad Akbar Selebgram yang Kerap Pamer Foto dengan Petinggi Polri Kini Ditangkap Polisi Atas Kasus Penipuan.
Ajudan Pribadi alias Muhammad Akbar Selebgram yang Kerap Pamer Foto dengan Petinggi Polri Kini Ditangkap Polisi Atas Kasus Penipuan. (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI/Instagram Ajudan_Pribadi)

Baca juga: Nasib Ajudan Pribadi Ditangkap Polisi, Dulu Pamer Foto Bareng Jenderal, Kini Pakai Baju Tahanan

Baca juga: Kisah Ajudan Pribadi Dulu Kerja Keras Untuk Kaya Raya, Kini Ditangkap Tipu Teman Dekat Rp 1.3 Miliar

Profil Ajudan Pribadi, Dari Kuli Jadi Selebgram

Akbar Pera Baharudin merupakan ajudan Andi Rukman Karumpa yang berstatus Sekjen Asosiasi Jasa Konstruksi Nasional (Gapensi).

Di balik ketenarannya saat ini, Ajudan Pribadi ternyata menyimpan kisah getir.

Meskipun namanya melambung setelah diundang Presiden Joko Widodo saat pernikahan putrinya Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution di Solo, Jawa Tengah.

Ajudan Pribadi sempat menceritakan perjalanannya kepada Denny Cagur.

Ia bercerita pernah bekerja sebagai kuli bangunan ketia usianya masih belasan tahun.

Alasan biaya juga membuat Ajudan Pribadi terpaksa berhenti sekolah saat kelas 2 SMP.

Saat menjadi kuli bangunan ini, dia diajak salah seorang pemborong kuli bangunan di Palopo.

"Di situlah awal saya pertama punya moto, saya cicil dari kuli bangunan," ujar Akbar, ketika itu masih 14 tahun.

Tak hanya kuli bangunan, Akbar kecil juga pernah menjadi pemulung bersama neneknya.

Ketika itu pria berbadan subur itu masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar.

Akbar juga pernah berjualan kacang di dekat sebuah lapangan golf di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dari situ, dia kerap diminta memijit orang-orang kaya setelah bermain golf.

Seiring waktu, karena keterampilannya memijit inilah, Akbar bertemu Andi Rukman Karumpa yang kelak menjadi bosnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved