Kekerasan di Panti Asuhan Palembang

Kronologi Kekerasan Terhadap Anak Panti Asuhan di Palembang, Pelaku Pernah Alami Gangguan Jiwa

Ternyata, Hidayatullah pernah mengalami gangguan jiwa selama empat tahun, hingga akhirnya sembuh, namun sifat tempramentalnya belum hilang.

|
Penulis: Fransiska Kristela | Editor: Slamet Teguh
IST
Anggota Polisi Dari Polrestabes Palembang saat membawa terduga pelaku kekerasan di panti asuhan 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pelaku penganiayaan anak panti asuhan di Palembang ternyata dilakukan oleh Hidayatullah.

Pria tersebut merupakan ketua Panti Asuhan Fisabillillah Al Amin yang berada di jalan Mangkubumi, 3 Ilir, Ilir Timur II, Palembang.

Ternyata, Hidayatullah pernah mengalami gangguan jiwa selama empat tahun, hingga akhirnya sembuh, namun sifat tempramentalnya hingga kini belum juga hilang.

Hal tersebut diutarakan oleh Rina, pengurus panti asuhan, yang tak lain adalah istri dari Hidayatullah.

"Benar Bu, kejadiannya itu sekitar 1 atau 2 Minggu yang lalu, untuk pastinya kapan saya juga tidak tahu. Pria itu merupakan suami saya Hidayatullah dia ketua pengurus di asrama di sana," ujar Rina saat dikonfirmasi, Minggu (26/02/2023)

Tak hanya itu Rina menambahkan bahwa suaminya tersebut pernah mengalami gangguan kejiwaan selama kurang lebih 4 tahun.

"Suami saya pernah alami gangguan kejiwaan dan kurang lebih satu tahun ini sudah sembuh, hanya saja sifat temperamennya masih tinggi," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa sifat temperamennya seperti kata-kata kasar dan jika suaminya itu main tangan terhadap orang, suaminya tersebut tidak ingat apa yang ia perbuat.

"Nah tapi setelah apa yang ia lakukan, dia baru sadar dan pasti meminta maaf kepada anak-anak itu," tambahnya.

Imbuh Rina bahwa video yang beredar tersebut merupakan video yang direkam oleh salah satu anak asuhnya.

Kendatipun demikian ternyata dari penuturan Rina dikatakan bahwa atas kejadian tersebut sudah ada perdamaian antara pihak keluarga korban dan suaminya yang awalnya sudah melihat video tersebut.

Dimana dalam kejadian itu ada dua anak yang menjadi korban pemukulan suaminya yang ia sebut 4 tahun mengidap gangguan jiwa.

"Itu ada dua anak, yang satu yatim (cacat) dan yang satu lagi orang tuanya masih ada. Kita sudah ada kesepakatan perdamaian pada Rabu 2 Febuari kemarin dengan keluarganya. Anak itu juga sudah diambil orang tuanya," kata Rina.

Jialyka Maharani Tanggapi Kasus Kekerasan Anak Panti Asuhan di Palembang
Jialyka Maharani Tanggapi Kasus Kekerasan Anak Panti Asuhan di Palembang (instagram/jialyka.maharani)

Baca juga: BREAKING NEWS : Viral Kekerasan Terhadap Anak Panti Asuhan di Palembang, Pelaku Diamankan Polisi

Baca juga: 3 Pondok Pesantren Tertua di Ogan Ilir, Ada yang Sudah Berdiri Lebih Dari 100 Tahun

Sebelumnya, Viral beredar video yang memperlihatkan tindakan dan perlakukan arogan seorang pengurus panti asuhan terhadap anak panti di Media sosial Instagram.

Video tersebut nyatanya merupakan peristiwa yang terjadi di Palembang Sumatera Selatan, tepatnya di Panti Asuhan Fisabillillah Al Amin, Palembang yang berada di jalan Mangkubumi, 3 Ilir, Ilir Timur II, Palembang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved