Arti Kata Bahasa Arab

Arti Wailul Lil Muthaffifīn, Bacaan Surat Al Mutaffifin, Peringatan Bagi Orang yang Berbuat Curang

Surat ini berisikan tentang ancaman bagi mereka yang suka menipu dan mengambil hak orang lain, serta ancaman bagi orang-orang yang suka mengejek

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
Arti Wailul Lil Mutaffif?n, Bacaan Surat Al Mutaffifin, Peringatan Bagi Orang yang Berbuat Curang 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Arti Wailul Lil Muthaffifīn, Bacaan Surat Al Mutaffifin, Peringatan Bagi Orang yang Berbuat Curang.


Bacaan Wailul lil-mutaffifīn, adalah ayat pertama dalam surat Al Mutaffifin.


Wailul lil-mutaffifīn, memiliki arti

Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)

Surah Al-mutaffifin (Arab: المطفّفي), artinya "kecurangan"

adalah surah ke-83 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 36 ayat.

Dinamakan Al Muthaffifiin yang berarti Orang-orang yang curang diambil dari kata Al Muthaffifiin yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pada ayat pertama terdapat kalimat al muthaffifin yang berasal dari kata thaffafa artinya mengurangi atau menambah sedikit.

Menurut Ibnu Kastir kalimat ath-thathfif artinya pengambilan sedikit dari timbangan atau penambahan.

Maksud dari semua itu adalah kecurangan dalam timbangan.

Jadi al-muthaffifiin para pelaku kecurangan tersebut. Karena itulah surat ini diberi nama Al-Muthaffifin.

Surat ini berisikan tentang ancaman bagi mereka yang suka menipu dan mengambil hak orang lain, serta ancaman bagi orang-orang yang suka mengejek dan menghina orang-orang beriman.

Berikut bacaan lengkap surat almutaffifin

 

Al-Mutaffifin (Kecurangan)

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَۙ
wailul lil-muṭaffifīn

1. Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!

الَّذِيْنَ اِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَۖ
allażīna iżaktālụ ‘alan-nāsi yastaufụn

2. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan.

وَاِذَا كَالُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَۗ
wa iżā kālụhum aw wazanụhum yukhsirụn

3. Dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi.

اَلَا يَظُنُّ اُولٰۤىِٕكَ اَنَّهُمْ مَّبْعُوْثُوْنَۙ
alā yaẓunnu ulā`ika annahum mab’ụṡụn

4. Tidakkah mereka itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.

لِيَوْمٍ عَظِيْمٍۙ
liyaumin ‘aẓīm

5. Pada suatu hari yang besar.


يَّوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
yauma yaqụmun-nāsu lirabbil-‘ālamīn

6. (Yaitu) pada hari (ketika) semua orang bangkit menghadap Tuhan seluruh alam.

كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْفُجَّارِ لَفِيْ سِجِّيْنٍۗ
kallā inna kitābal-fujjāri lafī sijjīn

7. Sekali-kali jangan begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar tersimpan dalam Sijjin.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سِجِّيْنٌۗ
wa mā adrāka mā sijjīn

8. Dan tahukah engkau apakah Sijjin itu?

كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌۗ
kitābum marqụm

9. (Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal).

وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَۙ
wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn

10. Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan!

الَّذِيْنَ يُكَذِّبُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِۗ
allażīna yukażżibụna biyaumid-dīn

11. (Yaitu) orang-orang yang mendustakannya (hari pembalasan).

وَمَا يُكَذِّبُ بِهٖٓ اِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍۙ
wa mā yukażżibu bihī illā kullu mu’tadin aṡīm

12. Dan tidak ada yang mendustakannya (hari pembalasan) kecuali setiap orang yang melampaui batas dan berdosa.

اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَۗ
iżā tutlā ‘alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn

13. Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “Itu adalah dongeng orang-orang dahulu.”

كَلَّا بَلْ ۜرَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
kallā bal rāna ‘alā qulụbihim mā kānụ yaksibụn

14. Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.

كَلَّآ اِنَّهُمْ عَنْ رَّبِّهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّمَحْجُوْبُوْنَۗ
kallā innahum ‘ar rabbihim yauma`iżil lamaḥjụbụn

15. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya.

ثُمَّ اِنَّهُمْ لَصَالُوا الْجَحِيْمِۗ
ṡumma innahum laṣālul-jaḥīm

16. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.

ثُمَّ يُقَالُ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَۗ
ṡumma yuqālu hāżallażī kuntum bihī tukażżibụn

17. Kemudian, dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang dahulu kamu dustakan.”

كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْاَبْرَارِ لَفِيْ عِلِّيِّيْنَۗ
kallā inna kitābal-abrāri lafī ‘illiyyīn

18. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam ’Illiyyin.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا عِلِّيُّوْنَۗ
wa mā adrāka mā ‘illiyyụn

19. Dan tahukah engkau apakah ’Illiyyin itu?

كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌۙ
kitābum marqụm

20. (Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal).

يَّشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُوْنَۗ
yasy-haduhul-muqarrabụn

21. Yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).

Lihat Juga : Islam Sebagai Ideologi Itu Mutlak, Bagi Setiap Penganutnya !
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ
innal-abrāra lafī na’īm

22. Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.

عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ يَنْظُرُوْنَۙ’
alal-arā`iki yanẓurụn

23. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.

تَعْرِفُ فِيْ وُجُوْهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيْمِۚ
ta’rifu fī wujụhihim naḍratan na’īm

24. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.

يُسْقَوْنَ مِنْ رَّحِيْقٍ مَّخْتُوْمٍۙ
yusqauna mir raḥīqim makhtụm

25. Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel).

خِتٰمُهٗ مِسْكٌ ۗوَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُوْنَۗ
khitāmuhụ misk, wa fī żālika falyatanāfasil-mutanāfisụn

26. Laknya dari kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.

وَمِزَاجُهٗ مِنْ تَسْنِيْمٍۙ
wa mizājuhụ min tasnīm

27. Dan campurannya dari tasnim.

عَيْنًا يَّشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُوْنَۗ’
ainay yasyrabu bihal-muqarrabụn

28. (Yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang dekat (kepada Allah).

اِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَۖ
innallażīna ajramụ kānụ minallażīna āmanụ yaḍ-ḥakụn

29. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman.

وَاِذَا مَرُّوْا بِهِمْ يَتَغَامَزُوْنَۖ
wa iżā marrụ bihim yatagāmazụn

30. Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.

وَاِذَا انْقَلَبُوْٓا اِلٰٓى اَهْلِهِمُ انْقَلَبُوْا فَكِهِيْنَۖ
wa iżangqalabū ilā ahlihimungqalabụ fakihīn

31. Dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria.

وَاِذَا رَاَوْهُمْ قَالُوْٓا اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَضَاۤلُّوْنَۙ
wa iżā ra`auhum qālū inna hā`ulā`i laḍāllụn

32. Dan apabila mereka melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat.”

وَمَآ اُرْسِلُوْا عَلَيْهِمْ حٰفِظِيْنَۗ
wa mā ursilụ ‘alaihim ḥāfiẓīn

33. Padahal (orang-orang yang berdosa itu), mereka tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin).

فَالْيَوْمَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُوْنَۙ
fal-yaumallażīna āmanụ minal-kuffāri yaḍ-ḥakụn

34. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir.

عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ يَنْظُرُوْنَۗ’
alal-arā`iki yanẓurụn

35. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.

هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ
hal ṡuwwibal-kuffāru mā kānụ yaf’alụn

36. Apakah orang-orang kafir itu diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang telah mereka perbuat?

Itulah arti Wailul Lil Muthaffifīn, Bacaan Surat Al Mutaffifin, Peringatan Bagi Orang yang Berbuat Curang.

Baca juga: Arti Wassyamsi Waduhaha, Bacaan Juz Amma Surat Asy Syams, Kisah Kaum Tsamud & Nasihat untuk Manusia

Baca juga: Arti Alam Taro Kaifa Faala Robbuka, Bacaan Juz Amma Surat Al-fil, Kuasa Allah Lewat Burung Ababil

Baca juga: Arti Alam Nasyrah Laka Sadrak, Surat Al-Insyirah, Melapangkan, Menghilangkan Kesulitan & Fadhilahnya

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved