Berita Palembang
Parpol Kesulitan Jaring Bakal Calon Legislatif Pemilu 2024, Respon Ketua Partai di Palembang
Sejumlah pengurus partai politik (Parpol) di Kota Palembang dikabarkan kesulitan menjaring Bacaleg Pemilu 2024 mendapat respon sejumlah Ketua Parpol.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sejumlah pengurus partai politik (Parpol) di Kota Palembang dikabarkan kesulitan menjaring bakal calon legislatif (Bacaleg) untuk Pemilu 2024 mendapat respon sejumlah Ketua Parpol.
Informasi mengenai Parpol kesulitan mencari Bacaleg 2024 ini diungkapkan salah satu anggota DPRD Palembang yang ada, jika penjaringan parpolnya belum ada Bacaleg.
"Saya juga tidak tahu, sekarang ini Bacaleg tidak banyak mau daftar, seperti di Dapil saya, baru saya sendiri yang daftar hingga saat ini," singkatnya tanpa mau disebutkan namanya.
Hal senada diungkapkan anggota DPRD Sumsel, jika saat ini susah menyakinkan masyarakat untuk maju sebagai bacaleg nantinya, mengingat di Dapilnya belum ada yang daftar kecuali dirinya.
"Mungkin masyarakat mulai berpikir, jadi anggota dewan tidak sesuai penghasilannya. Apalagi dengan adanya uang saku perjalanan dinas kecil yang sumber pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran untuk terpilih cukup besar kemarin," ucap pria asal Dapil Sumsel VII ini.
Meski begitu, Ketua Parpol yang ada mayoritas membantahnya, dan mengklaim sudah mendekati atau mencapai 100 persen dari kebutuhan.
Baca juga: Istri Walikota Lubuklinggau Resmi Maju Calon DPD RI Pemilu 2024, Jalur Perseorangan
Seperti yang diungkapkan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palembang Yudha Pratomo Mahyudin, jika proses pencalegan di partainya sedang berlangsung penjaringan, termasuk yang lama (petahana) ditambah yang baru.
"Kalau Bacaleg di Partai Demokrat, sekarang posisinya sudah 80 persen yang terdaftar di Silon, dan kebijakan DPP tidak boleh digugurkan," kata Yudha.
Mantan Calon Wakil Gubernur Sumsel tahun 2018 ini pun tak menampik jika ada kesulitan partainya untuk memenuhi kuota 100 persen bacaleg dengan cepat sebelumnya, hal ini disebabkan berapa faktor.
"Banyak faktor sih, wait and see masih menunggu dapil belim fix. Kemudian tkpikal uwong kita masih nunggu last mintue karena DCT (Daftar Caleg Tetap) di Oktober 2023," ujar Yudha.
Ditambahkan putra mantan Gubernur Sumsel Mahyudin ini, faktor lainnya pendatang baru belum berani karena masih ada petahana yang masih akan maju kembali.
"Partai Demokrat sekarang punya 9 kursi dan banyak 2 kursi dari 6 dapil tersedia, sehingga banyak perhitungan pendatang baru ingin maju," paparnya.
Disisi lain, dari 9 kursi DPRD Palembang dari Partai Demokrat, kemungkinan besar dijelaskan Yudha ada 8 petahana akan kembali nyaleg ditempat sama, sedangkan satu anggota DPRD Palembang atas nama Pomi Wijaya kemungkinan besar akan maju Pileg DPRD Sumsel.
"Yang jelas, kita suport setiap langkah kader kita. Nah, karena di dapil Pomi (Sako, Kalidoni, Sematang Borang) disitu kosong incumbent, sehingga itu ramai yang daftar calegnya," tandas Yudha yang digadang- gadang akan maju dalam Pilkada kota Palembang 2024 mendatang.
Bantahan yang sama diungkapkan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Palembang Fajar Febriansyah, jika partainya tidak kesulitan melakukan penjaringan untuk disiapkan dalam Pileg Palembang kedepan.