Pemilu 2024
Indeks Kerawanan Pemilu 2024: Sumsel Rawan Sedang, Banyuasin Rawan Tinggi
Bawaslu RI mengeluarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah 2024 menempatkan Sumsel Rawan Sedang, Banyuasin Rawan Tinggi
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat potensi gangguan selama Pemilu 2024 paling rentan terjadi di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berada di Kabupaten Banyuasin.
Hal ini terungkap dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) pada Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah 2024 yang diluncurkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Jakarta, Jumat (16/12/2022) lalu, menunjukkan dari empat dimensi yang diukur dalam IKP, dimensi penyelenggaraan pemilu menjadi dimensi yang paling tinggi.
Provinsi Sumsel sendiri masuk dalam kategori dengan rawan sedang, bersama 20 provinsi lainnnya, diantaranya, Banten (66,53) Lampung (64,61), Riau (62,59), Papua (57,27) dan Nusa Tenggara Timur (56,75).
Sebanyak delapan provinsi masuk dalam kategori rendah, diantaranya Kalimantan Utara (20,36), Kalimantan Tengah (18,77), Jawa Timur (14,74), Kalimantan Barat (12,69) dan Jambi (12,03).
Kabupaten Banyuasin berada diurutan atau peringkat 65 dengan skor 53.19 IKP, dari Kabupaten/ kota yang rawan berpotensi gangguan selama pemilu 2024.
Sedangkan untuk kategori rawan tinggi yaitu, Jakarta dengan skor 88,95, Sulawesi Utara (87,48), Maluku Utara (84,86) Jawa Barat (77,04) dan Kalimantan Timur (77,04).
Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslu Sumsel M Sarkani sendiri, mengaku belum mengetahui secara pasti indikator Sumsel masuk dalam rawan sedang itu.
"Kami belum dapat data lengkap dari Bawaslu RI, kalau Sumsel secara umum masuk kategori rawan sedang," kata Sarkani, Minggu (18/12/2022).
Mantan ketua Bawaslu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tersebut tak menampik bisa saja Kabupaten Banyuasin masuk daerah rawan karena mayoritas wilayahnya perairan.
"Kerawanan kadang wilayah perairan mengingat Banyuasin banyak perairan. Tetapi pemilih di penjara juga perlu perhatian kedepan karena keluar masuk, dan kadang KTP warga yang dibina tidak ada dengan alasannya hilang," paparnya.
Ditambahkan Sarkani, daerah Lalan yang berada di Kabupaten Muba juga perlu diperhatikan, mengingat menuju kelolasi melalui perairan.
"Selain Banyuasin, ada Lalan (Kecamatan di Muba) yang perairan juga, termasuk daerah perbatasan dengan Jambi seperti Muratara," tandasnya.
Meskipun begitu, secara keseluruhan berdasarkan agregasi kabupaten/kota dari Bawaslu RI, Sumsel memiliki indeks 17,32 IKP atau peringkat 3 paling kecil, dengan domensi sosial politik 19,85 IKP atau 6 terbuncit.
Sementara dimensi penyelenggaraan pemilu 22,63 IKP atau 2 dari bawah dibanding provinsi lain, dimensi kontestasi 14,97 IKP atau 6 dari bawah, dan dari dimensi partisipasi 0 atau 5 dari bawah.
Beberapa pengaruh kerawanan dan isu- isi startegis dalam IKP, mulai dari penyelenggara pemilu, kontesk sosial politik, kontestasi dan partisipasi politik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Indeks-Kerawanan-Pemilu-2024-Sumsel.jpg)