Berita Nasional

Terungkap Motif 4 Prajurit TNI AU Aniaya Prada Indra Wijaya Hingga Tewas di Biak, Nasibnya Kini

Polisi Militer Koopsud III masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus kekerasan yang mengakibatkan kematian Prada Muhamad Indra Wijaya. 

Editor: Slamet Teguh
via TribunMedan/KOMPAS.com Ellyvon Pranita
Prada Indra semasa hidup (kiri) dan kakak Prada Indra, Rika Wijaya (kanan). Terungkap Motif 4 Prajurit TNI AU Aniaya Prada Indra Wijaya Hingga Tewas di Biak, Nasibnya Kini. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kematian prajurit TNI AU, Prada Indra Wijaya hingga kini masih terus menjadi perhatian publik.

Empat prajurit TNI AU kini telah diamankan dalam kasus ini. Mereka adalah Prada SL, Prada MS, Pratu DD dan Pratu BG.

Seperti diketahui, Polisi Militer Koopsud III masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus kekerasan yang mengakibatkan kematian Prada Muhamad Indra Wijaya. 

Dalam penyidikan lanjutan, Pomau Koopsud III menemukan motif tindakan kekerasan yang dialami Prada Indra Wijaya adalah pembinaan disiplin dari senior kepada junior.

Selain itu Pomau Koopsud III juga menemukan adanya indikasi bahwa  indakan kekerasan itu juga dialami oleh enam prajurit seangkatan Prada Muhamad Indra Wijaya.

Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh Polisi Militer Koopsud III Biak, keenam prajurit tersebut merupakan rekan seangkatan Prada Muhamad Indra Wijaya.

"Pada penyidikan kasus meninggalnya Prada Muhamad Indra Wijaya, Pomau Koopsud III menemukan adanya tindakan kekerasan terhadap enam prajurit lainnya," ujar Kadispenau dalam keterangannya yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (26/11/2022).

Meskipun mengalami tindakan kekerasan, keenam prajurit tersebut dinyatakan sehat.

Hal itu dipastikan setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap mereka.

Prada Muhamad Indra Wijaya merupakan Tamtama yang bertugas di Sekretariat, Makoopsud III Biak.

Ia meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Manuhua Biak, pada Sabtu (19/11/2022).

Pada awalnya, Prada Indra dinyatakan meninggal karena dehidrasi berat usai bermain futsal.

Komando Operasi Udara (Koopsud) III menginformasikan bahwa Prada Indra meninggal karena dehidrasi berat karena bermain futsal dalam durasi lama, yakni dari pukul 20.00 hingga 23.00 WIT.

Keluarga awalnya memercayai keterangan itu sampai akhirnya jenazah Indra tiba di Tangerang, Banten.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved