Gempa Cianjur

Penyebab Bayi 6 Bulan Selamat dari Timpaan Tembok saat Gempa Cianjur, Ayah Sempat Ngeblank

Penyebab Bayi 6 Bulan Selamat dari Timpaan Tembok saat Gempa Cianjur, Ayah Sempat Ngeblank

Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
Sebanyak 162 rumah di Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten, Cianjur, Jawa Barat mengalami kerusakan sangat parah dampak gempa Cianjur beberapa waktu lalu. BNPB merilis data dampak gempa di Cianjur, Kamis (24/11/2022). Korban meninggal bertambah jadi 272 jiwa, korban luka-luka 2.046, dan 31 sekolah rusak. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Inilah kisah mukjizat seorang bayi selamat dari gempa cianjur meski tertimpa tembok. 

Adalah sang ayah, Agus Rahmat Hidayat warga Kampung Pasir Sapi, Desa Sukamulya, Cugenang bercerita kisahnya tersebut.

Anak keduanya yang bernama Syakila berada dalam rumah saat gempa Cianjur.

Sementara dirinya tengah berada di luar rumah bersama anak pertama dan istri tercinta Adah Rosidah, Senin (21/11/2022) 13.20 WIB.

Kala itu tiba-tiba gempa Cianjur mengguncang Kampung Pasir Sapi.

Baca juga: Lega Jasad Ibu Ditemukan di Timbunan Longsor Gempa Cianjur, Ahman Resah Tak Punya Uang Urus Jenazah

bayi syakilla selamat gempa cianjur
Rahmat bercerita saat kejadian Senin (21/11/2022) 13.20 WIB dirinya tengah berada di luar rumah bersama anak pertama dan istri tercinta Adah Rosidah.

"Pas kejadian gempa Cianjur, saya lagi di luar bersama anak pertama dan istri saya. Saya sempat ngeblank beberapa saat" kata Rahmat kepada Tribunnews.com, Kamis (24/11/2022).

Tetapi teriakan istri saya mengingatkan bahwa anak kedua masih di dalam rumah menyadarkan saya.

"Syakila, itu dedenya masih di dalam," teriak Adah Rosidah kala kejadian seperti yang diceritakan pria 47 tahun tersebut.

Setelah mendengarkan teriakan istirnya. Rahmat langsung berlari menuju ke dalam rumah.

 
"Saya langsung lari ke dalam rumah tidak mikirin masih ada gempa atau tidak," sambungnya.
Penampakan SD Negeri Sukamaju I di Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur setelah musibah gempa bumi.
Penampakan SD Negeri Sukamaju I di Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur setelah musibah gempa bumi. (Tribunnews.com/Reynas Abdila)

Dikatakan Rahmat saat tiba di depan kasur buah hatinya ternyata sudah tertimpa dengan tembok berukuran 140x2 meter.

"Saya membersihkan tumpukan bata pertama yang paling atas pas dada karena memang yang harus tolongin mukanya dulu," tuturnya.

Rahmat mengungkapkan ketika muka bayinya sudah terlihat perasaannya tidak enak

"Pas kelihatan mukanya merem. Itu perasaaan sudah tidak enak jangan-jangan meninggal," sambungnya.

Kemudian Rahmat bercerita ketika anaknya diangkat ternyata membuka mata dan tersenyum.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved