Berita OKI
Kisah Putri Seriang Kuning, Makamnya Diyakini Tertua dan Terpanjang di Kabupaten OKI
Petilasan atau makam Seriang Kuning yang berada di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung konon diyakini sebagai makam tertua dan terpanjang di OKIm
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Maka mereka sebagai penguasa hukum di Keraton membuat suatu pusat penjagaan yang mereka sebut wilayah Keno.
"Di wilayah ini penduduknya harus disarankan agar menikah dengan sesama orang daerah itu sendiri, sebab dihawatirkan kalau orang luar yang dikawinkan bukan tidak mungkin akan menimbulkan permasalahan," ucapnya.
Bertahun-tahun telah berlalu, Putri Sri Ayu semakin berada di usia yang matang. Dia dinobatkan sebagai perempuan penduduk pertama di daerah tersebut sebagai putri penakluk.
"Karena sebagai wanita penakluk maka dia harus diberi nama baru sebagai penerus kekuasaan tahta Keraton,"
"Awalnya sang ibu ingin memberinya nama Siti Meriam Mesir karena ibunya akan mengenang daerah kelahirannya yang berasal dari arab. Tapi para sahabat ayahnya tidak menyetujui," ungkapnya.
Dan akhirnya mereka sepakat nama baru si Putri Sri Ayu ialah Seriang Kuning, karena dia dikenal sebagai perempuan periang dan memilki rambut berwarna kekuningan.
Sejak nama itu disandangnya maka dia didatangi oleh berbagai wahyu yang menjelmakan dirinya sebagai perempuan yang mempunya bermacam kekuatan.
Baca juga: Syarat dan Cara Pengesahan STNK Tahunan, Perpanjangan 5 Tahun dan Rubentina di Polres Ogan Ilir
"Sering Kuning lalu jadi pintar menghilang, mahir melakukan perjalanan di atas angkasa melalui selendang pelangi yang dipakainya. Dia pun mampu membunuh hewan buas, serta dia tak pernah luka oleh benda tajam dan peluru," jelasnya.
Karena kesaktiannya yang tidak bisa dilukai, lantas berdampak pada rambutnya yang terus memanjang karena tidak bisa dipotong. Ditambah pula bahwa rambut tersebut tidak tumbuh seperti rambut yang normal.
Rambutnya tumbuh dengan kondisi tebal kaku. Karena ada wangsit menghampirinya, maka rambut tersebut berfungsi sebagai cemeti yang dipergunakan dalam perang tanding dengan musuh yang mengganggunya.
"Rambut Putri Seriang Kuning berwarna keemasan, dengan helai yang tebal dan kaku," tuturnya.
Hari-hari yang dilalui Sering Kuning dihiasi oleh sikap dermawannya yang membantu masyarakat sekitar, dari menyembuhkan penyakit, hingga membantu orang yang tersakiti.
Kisah ketenaran Puteri Seriang Kuning tersiar hingga ke segala penjuru, setelah ia dipertemukan dengan Puyang Yusuf dan Puyang Ismail yang konon penguasa daerah negori silop.
Suatu hari, Puyang Yusuf berniat menunaikan ibadah haji ke tanah suci makkah. Dan Putri Seriang Kuning ditugaskan menjaga negeri kekuasaan Puyang Yusuf.
"Sayangnya ada beberapa kesaktian tidak diturunkan oleh puyang Yusuf kepada Seriang Kuning, termasuk kemampuan untuk membuka pandang dalam kasat mata tentang keberadaan negeri kekuasaan Puyang Yusuf," bebernya.