Berita Pilpres 2024
Pemilu 2024 : Pengamat Sebut Isu Formula E Hanya Untuk Menghambat Anies Baswedan Menuju Pilpres 2024
Namun, langkah Anies untuk bertarung di dalam kontestasi Pemilu dinilai Direktur Eksekutif Populi Center, Afrimadona tidak akan mulus.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ashri Fadilla
TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA – Menjelang Pemilu 2024, isu panas terus terungkap, salah satunya mengenai Anies Baswedan.
Kini yang isu Formula E disebut hanya untuk menghambat Anies Baswedan untuk maju di Pilpres 2024 jelang Pemilu 2024.
Anies Baswedan menjadi salah satu capres yang bakal diusung di Pilpres 2024 mendatang.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan telah dideklarasikan sebagai bakal calon presiden (capres) oleh NasDem untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Namun, langkah Anies untuk bertarung di dalam kontestasi Pemilu dinilai Direktur Eksekutif Populi Center, Afrimadona tidak akan mulus.
Ada beberapa persoalan yang dianggap dapat menghambat perjalanannya untuk menjadi capres.
Kasus Formula E diperkirakan akan menjadi ganjalan terbesar bagi Anies menuju Pemilu 2024. Sebagaimana diketahui, kasus ini sedang diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Anies Baswedan pun pernah dipanggil sebagai saksi oleh tim penyidik.
Menurut Afri, isu tersebut menjadi pekerjaan besar bagi tim pemenangan Anies Baswedan. Sebab perlu melayangkan narasi-narasi yang bisa meyakinkan publik.
“Persoalan seperti ini mungkin kubu Anies perlu meyakinkan publik,” ujarnya dalam Diskusi Total Politik: 5 Tahun Anies Sudah Sampai Mana pada Minggu (23/10/2022).
Baca juga: Denny Siregar Banjir Hujatan Saat Ucapkan Doa Dukungan Anies Baswedan Presiden 2024: Kok Dihujat Ya
Baca juga: Anies Baswedan Disebut Tak Mampu Menyelesaikan, Heru Budi Hartono Didesak Selesaikan 3 Masalah Utama
Tak hanya dari tim pemenangan Anies, dukungan partai-partai calon anggota koalisinya pun diperlukan untuk meng-counter isu tersebut.
“Barangkali bisa menarik dukungan dari partai-partai calon anggota koalisi. Selama ini kan koalisi masih belum ter-declare secara baik.”
Selain Formula E, politik identitas juga menjadi isu yang diperkirakan dapat menghambat perjalan Anies Baswedan menjadi capres. Polarisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 dinilai masih menyisakan dampak bagi Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Oleh sebab itu, tim pemenangannya juga memiliki pekerjaan besar untuk mencitrakan Anies sebagai pemimpin moderat.