Breaking News:

Liputan Khusus Tribun Sumsel

LIPSUS: Ngeri Berkendara Dekat ODOL, Rentan Terjadi Kecelakaan, Siang Hari Melintas Tengah Kota (1)

Pemprov Sumsel telah mengatur operasional truk ODOL dari segi waktu dan jalan mana saja yang boleh dilalui. Sopir sebagian besar tidak tahu aturan.

Editor: Vanda Rosetiati
TANGKAP LAYAR TRIBUN SUMSEL
Lipsus Tribun Sumsel kendaraan over dimensi over load (ODOL) di Palembang. Pemprov Sumsel telah mengatur operasional truk ODOL dari segi waktu dan jalan mana saja yang boleh dilalui. Sopir sebagian besar tidak tahu aturan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Aturan bagi kendaraan Over Dimensi Over Load (ODOL) yang bermuatan besar kerap melintas di Jalan tengah kota Palembang pemandangan ini terlihat pada jam-jam bahkan yang bukan waktunya bagi kendaraan tersebut melintas di tengah kota.

Ini menyebabkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan-jalan tengah kota Palembang. Sopir truk ODOL biasanya mengambil jalan pinggir kota yang terhubung dengan jalan tol dan perbatasan, seperti jalan Soekarno Hatta dan Jalan Mayjen Yusuf Singedekane.

"Pernah saya lihat mobil ODOL di tengah hari lewat di jalan kota kan mengganggu ya, kalau dekat mobil besar itu rasanya tidak nyaman," kata Novi, karyawan swasta yang juga pengendara sepeda motor di Palembang, Sabtu (1/10/2022).

Novi khawatir kalau berkendara di dekat mobil yang besar seperti truk tronton atau fuso. Karena banyak kejadian kecelakaan terkait kendaraan berbadan besar ini.

Hal senada dikemukakan oleh Welly karyawan swasta. "Kadang di siang hari mobil tronton lewat di Jalan Demang Lebar Daun. Mestinya jangan masuk kota ya mobil sebesar itu," kata Welly.

"Ngeri takutnya sopirnya tidak lihat kita ada di sekitar mobilnya yang besar, kan bahaya," kata Welly.

Pemerintah Provinsi Sumsel telah mengatur bagaimana penerapan operasional truk ODOL dari segi waktu dan jalan mana saja yang boleh dilalui.

Dari penelusuran Tribun Sumsel, sopir-sopir truk ODOL sebagian besar tidak mengetahui persis bagaimana aturan tersebut.

Dede sopir pengangkut Foil mengatakan ia hanya tau jam-jam melintas saja, memang diakui untuk kendaraan yang ia bawa tidak bisa sembarangan melintas.

"Kalau saya lewat tol bebas jam berapa saja. Cuma kalau mau masuk kota tidak bisa sembarangan jam 9-10 malam baru bisa lewat. Kalau mau keluar itu mulai jam 3 sore. Setahu saya begitu aturannya," ujar Dede saat dijumpai.

Sopir asal Lampung ini mengaku jika ketika memasuki wilayah Palembang ia kerap melintas di Jalan Soekarno Hatta karena tujuannya ke Pelabuhan Tanjung Api-api.

"Biasanya kalau dari tol saya langsung lewat jalan ke Musi II terus tembus ke Jalan Soekarno Hatta karena mau ke Tanjung Api-api, " katanya.

Karena tahu kendaraan yang ia bawa cukup berisiko ketika berdekatan dengan pengendara sepeda motor, Dede hanya mengemudi dengan santai agar tidak memunculkan risiko kecelakaan.

"Bawa mobilnya hati-hati saja, pelan. Walaupun saya lewat jalan pinggir kota pada malam hari kan termasuk jalan yang cukup ramai pengendara lain yang melintas di sini," ungkapnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved