Harga Sawit Palembang
Harga Sawit Palembang: Harga Sawit OKI, Pengepul Beli TBS Sawit Rp 1.450 per Kg
Harga sawit Palembang, harga sawit OKI di tingkat petani Rp 1.450 perkilogram. Harga ini adalah harga beli pengepul kepada petani sawit.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Harga sawit Palembang, harga sawit OKI di tingkat petani Rp 1.450 per kilogram.
Harga sawit Palembang, harga sawit OKI di tingkat petani ini adalah harga beli pengepul kepada petani sawit.
Besarnya harga beli tandan buah segar (TBS) sawit tingkat petani di OKI ini masih jauh dari harga sawit Palembang yang ditetapkan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumsel periode I September 2022.
Berdasarkan ketetapan, harga sawit Palembang untuk usia tanam 10 - 20 tahun yang mengalami kenaikan Rp 228,66 dan menjadi Rp. 2.418,48 perkilogram.
Meski harga sawit di OKI masih jauh dari harga sawit periode I September 2022 tetapi petani yang ada di Kabupaten OKI tetap bergairah dan penjualan menjadi meningkat.
Hal tersebut dibenarkan salah satu pengepul sawit di Desa Sukaraja, Kecamatan Pedamaran bernama Andi Lukmana.
Baca juga: Pria Paruh Baya Asusila Anak Tetangga di Muratara, Pegang dan Gigit Bagian Sensitif Korban
"Alhamdulillah berangsur-angsur harga sawit membaik dan membuat petani berbondong-bondong menjual buah sawit miliknya ke lapak saya setiap harinya," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (17/9/2022) siang.
Menurutnya harga beli dikalangan pengepul masih terpantau jauh dibandingkan dengan harga yang telah ditetapkan Disbun Sumsel.
"Kalau harga beli sawit dari petani masih berkisar Rp 1.450 perkilogram dan harga jual di pabrik terakhir menjual kemarin sekitar Rp 1.700 per kilogram," jelasnya.
Menurutnya dengan banyaknya penjualan, dirinya bisa mengirim hingga 5 - 6 ton atau kurang lebih mobil satu truk ke pabrik perharinya.
"Meskipun harga fluktuatif atau tidak stabil. Namun warga sekitar tetap menjual ke sini karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," tukasnya.
Harga Sawit Sumsel Periode I September 2022
Harga sawit Palembang ini semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Di awal bulan September periode 1 ini update harga TBS sawit kembali naik.
Harga TBS saat ini Rp 2.418 per kg untuk tahun tanam 10-20 tahun, harga ini naik Rp 228,66 per kg dari periode sebelumnya yaitu Rp 2.189 per kg
Tahun tanam 3 tahun Rp 2.107 per kg.
Tahun tanam 4 tahun Rp 2.162 per kg.
Tahun tanam 5 tahun Rp 2.212 per kg.
Tahun tanam 6 tahun Rp 2.256 per kg.
Tahun tanam 7 tahun Rp 2.296 per kg.
Tahun tanam 8 tahun Rp 2.333 per kg.
Tahun tanam 9 tahun Rp 2.363 per kg.
Tahun tanam 10-20 tahun Rp 2.418 per kg.
Tahun tanam 21 tahun Rp 2.386 per kg.
Tahun tanam 22 tahun Rp 2.359 per kg.
Tahun tanam 23 tahun Rp 2.327 per kg.
Tahun tanam 24 tahun Rp 2.290 per kg.
Tahun tanam 25 tahun Rp 2.206 per kg.
Cara Mencegah Penyakit Akar Busuk Sawit
Petani kelapa sawit jangan pernah sesumbar bahwa tanamannya tidak mungkin diserang penyakit.
Pasalnya, tanaman sawit ternyata bisa terserang beberapa jenis penyakit yang tidak bisa dianggap remeh.
Pada umumnya, penyakit kelapa sawit bisa menyerang pada seluruh bagian tanaman, mulai dari akar, batang, hingga pucuk tanaman.
"Misalnya pada bagian akar, biasanya ada penyakit yang menyebabkan akar sawit menjadi busuk," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Ade Meiri Siswani, Jumat (2/9/2022).
Ia menjelaskan, penyakit akar busuk disebabkan oleh cendawan atau jamur.
Cendawan menyerang sistem perakaran tanaman sawit yang berada dalam tanah.
Akibatnya tanaman sawit mengalami pertumbuhan yang tidak normal dan lama-lama bisa mati.
"Kalau akar tanaman sawitnya terinfeksi, membusuk, rusak, tentu fungsi akar sebagai penyerap nutrisi dan air otomatis terhenti," katanya.
Ade mengungkapkan, gejala yang terlihat pada tanaman yang terinfeksi penyakit tersebut biasanya pertumbuhannya tidak normal.
Tanaman sawit menjadi kerdil, lemah, hingga daunnya berubah warna dari hijau menjadi kuning.
"Penyakit ini bisa menyerang mulai dari pembibitan, tanaman muda, sampai dewasa," katanya.
Ade menambahkan, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh petani untuk mencegah penyakit akar busuk pada tanaman sawit.
Pertama, dengan melakukan budidaya yang baik dan benar sesuai dengan prosedur budidaya yang dianjurkan.
Menurut Ade, langkah yang paling efektif untuk mencegah penyakit akar busuk sebaiknya dilakukan sejak pemilihan bibit dan persemaian.
"Pemilihan benih sebaiknya menggunakan dari varietas bersertifikat yang sudah teruji kualitasnya," katanya.
Kedua, lanjut Ade, dalam proses penyemaian dianjurkan menggunakan media semai yang baik dan tidak terinfeksi jamur.
Untuk mencegah perkembangbiakan jamur caranya dengan mengkondisikan media semai pada pH yang ideal.
"Lakukanlah penyemaian dengan baik dan benar, medianya, pH-nya juga perhatian, harus ideal, agar bibit sehat dan kuat," katanya.
Selain itu, kata Ade, selama pembibitan dianjurkan memasang naungan pada bibit terutama di musim kemarau.
Begitu pula dalam pemberian air mesti cukup dan tidak berlebihan.
"Jangan lupa juga mengaplikasikan fungisida sejak dini untuk pencegahan penyakit akar busuk," ujarnya.
Baca berita lainnya langsung dari google news