Berita Nasional

Suharso Monoarfa Kembali Dalam Masalah Usai Dicopot Sebagai Ketum PPP, Jokowi Diminta Turun Tangan

Diketahui, permintaan maaf Suharso Monoarfa soal ucapannya terkait amplop kiai dirasa belum cukup.

Editor: Slamet Teguh
Kementerian PPN/Kepala Bappenas
Suharso Monoarfa Kembali Dalam Masalah Usai Dicopot Sebagai Ketum PPP, Jokowi Diminta Turun Tangan 

TRIBUNSUMSEL.COM - Nama Suharso Monoarfa kini masih terus menjadi perbincangan publik.

Hal tersebut tak lepas usai dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Umum PPP.

Bahkan kini, Suharso Monoarfa harus kembali dalam masalah.

Diketahui, permintaan maaf Suharso Monoarfa soal ucapannya terkait amplop kiai dirasa belum cukup.

Massa Koalisi Pemuda Muslim Nasional (Komunal) terus melakukan aksi dan meminta Suharso dicopot dari jabatan Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Tak hanya itu, massa Komunal turut meminta Polri bertindak dan memproses hukum Suharso Monoarfa.

“Kalau hanya minta maaf atas ucapannya yang lalu, semua orang juga bisa. Tapi, ini adalah negara hukum bukan negara maaf," ujar koordinator aksi, Guntur Harahap dalam keterangan persnya, Jumat (16/9/2022).

"Apabila Pak Suharso melanggar, harus ditindaklanjuti dengan Undang-Undang (UU) yang berlaku,” tambahnya.

Di sisi lain, pencopotan Suharso dari Ketua Umum PPP saja tidak cukup.

Guntur meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tegas mencopot Suharso dari jabatan menteri.

“Sebelumnya kami menyampaikan aksi di depan DPP PPP dan mendapat respon dengan dicopotnya Suharso dari jabatan Ketum. Sekarang, giliran Pak Jokowi untuk mencopot Suharso dari jajaran menterinya,” tegas Guntur.

Selain menuntut Suharso akibat ucapannya yang menyakiti kiai, Guntur menyebut selama ini Suharso telah banyak melakukan kesalahan.

 Seperti dugaan gratifikasi hingga pemalsuan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).

“Menurut kami, permasalahan yang dilakukan Pak Suharso telah banyak dan belum ada yang dituntaskan. Maka, kami akan terus menuntut KPK, BPK, Polri hingga Presiden menindaklanjuti kasus-kasus tersebut,” tutupnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved