Berita Pagaralam

Dampak Sangat Banyak, Alasan PKS Pagaralam Tolak Kenaikan BBM

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Pagar Alam menegaskan menolak Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

SRIPOKU/WAWAN
Anggota DPRD Pagar Alam Ketua Fraksi PKS, Abdul Fikri Yanto 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM -Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Pagar Alam menegaskan menolak Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Penolakan kenaikan BBM karena dinilai sangat berdampak untuk masyarakat kecil terutama para petani di Kota Pagar Alam yang setiap hari mengandalkan BBM bersubsidi untuk mengangkut hasil panen mereka.

Untuk menolak kenaikkan harga BBM tersebut PKS Pagar Alam menyebar banyak sepanduk penolakan kenaikkan harga BBM tersebut.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pagar Alam Abdul Fikri Yanto mengatakan, Partai PKS Pagar Alam dengan tegas menolak kenaikkan harga BBM bersubsidi yang dilakukan pemerintah.

"Kami sangat tegas menolak kenaikkan harga BBM bersubsidi ini karena dampaknya sangat banyak untuk masyarakat kecil terutama petani," ujarnya.

Kenaikkam harga BBM ini akan mempengaruhi melonjaknya harga bahan pokok dan tarif angkutan. Sedangkan harga komuditi sayur di Pagar Alam terus saja turun.

"BBM naik ini membuat tarif angkutan akan mengalami kenaikkan. Namun hal ini tidak diiringi dengan membaiknya harga komoditi sayur atau komoditi pertanian di Pagar Alam. Jadi imbasnya sangat terasa," katanya.

Baca juga: Sopir Angdes Trayek Pendopo-Pagaralam Mogok Pasca BBM Naik, Minta Tarif Disesuaikan

Ditegaskan Fikri jika Fraksi PKS Pagar Alam meminta pemerintah pusat dapat membatalkan kenaikkan BBM agar masyarakat kecil tidak kesusahan.

"Kami sangat menolak dan meminta pemerintah membatalkan kenaikkan BBM bersubsidi. Kami berharap pemerintah bisa mengerti akan kesusahan masyarakat kecil jika BBM naik karena akan berimbas pada banyak sektor lainnya," tegasnya. (SP/WAWAN)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved