Harga Karet Palembang

Harga Karet Palembang: Berita Karet Prabumulih, Pemkot Bantu Bibit Replanting Tanaman Karet

Jumlah luasan kebun karet di Prabumulih berkurang setiap tahun, karena itu Pemkot Prabumulih memprogramkan replanting tanaman karet.

Penulis: Edison | Editor: Vanda Rosetiati
DOK TRIBUN SUMSEL
Jumlah luasan kebun karet di Prabumulih berkurang setiap tahun, karena itu Pemkot Prabumulih memprogramkan replanting tanaman karet. Gambar ilustrasi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Harga karet Palembang, Kepala Dinas Pertanian Pemerintah kota Prabumulih, Alfian melalui Kabid Perkebunan, Suntoro Syuhada SP mengungkapkan saat ini ada sekitar 19.246 hektare lahan karet di Kota Prabumulih.

Jumlah luasan kebun karet di Prabumulih diakui senantiasa berkurang setiap tahun, karena itu Pemkot Prabumulih memprogramkan peremajaan atau replanting tanaman karet.

Program replanting tanaman karet di Prabumulih diikuti juga dengan pemberian bantuan bibit untuk kebun yang masuk program peremajaan tanaman karet.

"Sesuai data kami untuk saat ini ada 19.246 hektar lahan karet di kota Prabumulih dan paling banyak di Kecamatan Rambang Kapal Tengah (RKT) dan Kecamatan Prabumulih Timur," ungkap Suntoro ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (7/9/2022).

Adapun rincian lahan 19.246 Ha tersebut kata Toro, seluas 8.206 hektare merupakan tanaman belum menghasilkan (TMB), Tanaman Menghasilkan (TM) seluas 8.927 hektare.

"Lalu untuk karet yang masuk tanaman tua (TT) seluas 2.113 hektare di seluruh kota Prabumulih. Sedangkan untuk estimasi karet yang dilakukan peremajaan secara swadaya sekitar 10 sampai 30 hektare per tahun," jelasnya.

Baca juga: Harga Sawit Palembang: Berita Sawit Banyuasin, Petani: Pupuk Subsidi Dihapus BBM Naik, Makin Sulit

Disinggung apakah tiap tahun lahan karet berkurang, Toro mengakui adanya hal itu disebabkan jika dulu peremajaan karet ada bantuan dari pemerintah mulai dari bibit dan lainnya.

Tetapi untuk dua tahun terakhir tidak dianggarkan karena terkendala Covid 19.

"Untuk dua tahun terakhir ini tidak dianggarkan untuk peremajaan karet sehingga ada juga yang berkurang lahan. Memang peremajaan tidak ada tapi untuk bantuan pasca panen kita tetap berikan kepada petani melalui kelompok seperti alat sadap dan lainnya," bebernya seraya mengatakan untuk peningkatan ekonomi masyarakat selalu ada.

Lebih lanjut Toro mengaku untuk ke depan pada tahun 2023 pihaknya mengusulkan untuk pengadaan bibit bagi peremajaan sebanyak 43 hektar sebanyak 20 ribu bibit. "Namun masih dalam pembahasan di DPRD, semoga saja nantinya terwujud sehingga bisa dibagikan kepada petani," katanya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved