Berita Muratara

Video Call Diduga Oknum DPRD Muratara dari Partai Gerindra, Warga Desak Usut Tuntas

Kasus video call asusila diduga diperankan anggota DPRD Kabupaten Muratara berinisial DK yang juga kader Partai Gerindra kembali mencuat.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Kasus video call asusila diduga diperankan anggota DPRD Kabupaten Muratara berinisial DK yang juga kader Partai Gerindra kembali mencuat, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Kasus video call asusila diduga diperankan anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) berinisial DK yang juga kader Partai Gerindra kembali mencuat.

Kasus video call asusila diduga oknum DPRD Muratara ini pertama kali mencuat dan viral di medsos pada awal Maret 2022 lalu dan sempat meredup.

Namun, kasus video call asusila diduga oknum DPRD Muratara kini diungkit-ungkit lagi karena diduga tidak diproses.

Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Muratara, Icandra Tanjung mengatakan sejak awal dirinya menyayangkan adanya kasus video call asusila tersebut karena mencemarkan nama baik partai.

Menurut dia, perjuangan Partai Gerindra khususnya di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) yang ingin menjadikan Prabowo Subianto sebagai presiden di Pemilu 2024 semakin berat.

"Kemarin di Palembang heboh, yang pukul wanita di SPBU itu, sekarang di Muratara mencuat lagi, video call asusila, berat sekali kami," kata Icandra pada TribunSumsel.com, Selasa (30/8/2022).

Baca juga: Surya Darmadi Korupsi, Kejagung Sita Aset PT Dulta Palma Gruop di Sumsel Senilai Rp 40 Miliar

Ia mengatakan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Majelis Kehormatan (MK) Partai Gerindra kini didesak oleh publik untuk segera mengambil tindakan terhadap kasus di Muratara ini.

Bila tidak, kata Icandra, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap Partai Gerindra di Muratara akan semakin merosot karena dianggap melindungi kader yang melanggar kode etik partai.

"Kita tahu sendiri, Gerindra merupakan partai besar di Muratara, Gerindra menempati kursi Ketua DPRD. Saya rasa ini sangat berpengaruh di Pemilu maupun Pilkada, apalagi Pak Prabowo mau calon presiden," katanya.

Icandra menegaskan, dirinya akan mendorong penindakan terhadap kasus dugaan video call asusila anggota dewan dari Gerindra di Muratara ini hingga ke tingkat DPP dan MK Partai Gerindra di pusat.

Ia mengaku tidak ada kepentingan lain dalam kasus ini, selain untuk menjaga marwah dan elektabilitas Partai Gerindra di Muratara menjelang Pemilu dan Pilkada 2024.

"Saya bukan calon PAW-nya, kepentingan saya demi elektabilitas partai. Kalau partai bertindak tegas, serius menindak kadernya yang tidak beretika, dari situ masyarakat akan percaya dengan ketegasan partai," ujarnya.

Ia menambahkan, ada dua kasus video call asusila yang menyeret nama anggota DPRD Kabupaten Muratara dan viral di medsos dalam tahun 2022 ini.

"Duluan mencuat anggota dari Gerindra, terus menyusul anggota dari PKB. Justru yang dari PKB lebih dulu prosesnya, sekarang dipecat anggotanya. Nah dari Gerindra ini duluan mencuat tapi belum juga selesai," katanya.

Sementara itu, oknum anggota DPRD Muratara berinisial DK dari Partai Gerindra yang namanya diseret diduga sebagai pemeran pria dalam video call asusila yang viral tersebut belum bersedia berkomentar.

Sejak kasus ini mencuat, TribunSumsel.com dan awak media lainnya telah berupaya meminta tanggapan atau klarifikasi kepada yang bersangkutan, namun belum berhasil.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved