Warga Pemulutan Dibacok Depan Rumah
Update Pembacokan di Ogan Ilir Kecamatan Pemulutan Selatan, Korban Sudah Dioperasi, Ini Kondisinya
Update pembacokan di Ogan Ilir Kecamatan Pemulutan Selatan sudah menjalani operasi. Korban Amir Hamzah operasi di RSUP Mohammad Hoesin.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Update pembacokan di Ogan Ilir Kecamatan Pemulutan Selatan. Korban sudah menjalani operasi.
Korban pembacokan di Ogan Ilir bernama Amir Hamzah (46 tahun) telah menjalani operasi luka menganga di lengan kirinya.
"Bapak sudah operasi di RSUP (Mohammad Hoesin) tadi malam jam 10," kata putri korban pembacokan di Ogan Ilir, Marlina dihubungi via telepon, Rabu (17/8/2022).
Saat ini, kondisi korban sudah sadar dan dapat berkomunikasi dengan lancar, namun belum diperkenankan pulang.
"Alhamdulillah bapak sudah bisa duduk, bicara, tapi masih proses pemulihan," kata Lina.
Kronologi pembacokan berawal saat pintu rumah korban diketuk oleh seseorang pada Selasa sekira pukul 00.30.
Baca juga: Pencurian Tempat Kos Mahasiswi di Palembang, Maling Bawa Kabur 3 Laptop, Ditinggal Pergi Kuliah
Menurut Lina, pelaku mendatangi rumah korban dengan alasan untuk mengantar sebuah undangan.
"Bapak saya kan sudah curiga, 'kok antar undangan malam-malam begini'," ungkap Lina.
"Begitu bapak keluar, pelaku bilang 'ah kamu ini' sambil bacok bapak. Kena (bacokan) di lengan bagian kiri," ungkap Lina menambahkan.
Korban yang bersimbah darah lalu dilarikan Rumah Sakit Bunda Medika Jakabaring, dengan dibantu perangkat desa setempat.
Dari Jakabaring, korban dirujuk ke RSUP Mohammad Hoesin Palembang guna penanganan lebih lanjut.
Mengenai pelaku pembacokan, menurut Lina, pelaku langsung kabur setelah peristiwa tersebut.
Lina mengaku tahu dengan pelaku, namun tak mengerti mengapa yang bersangkutan tega menganiaya ayahnya.
"Setahu saya tidak ada masalah antara pelaku dan ayah saya, ketemu pun jarang. Mungkin orang bayaran," ujar Lina.
Sementara pelaku pembacokan hingga kini belum berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian.