Berita Palembang

Jelang HUT RI ke 77, Begini Curhat Veteran Sumsel, Dulu ada Uang dari Pemda

Ketua DPD LVRI Sumsel, Ramses usai menghadiri Peringatan Hari Veteran Nasional (HARVETNAS) di Auditorium Bina Praja, Rabu (10/8/2022)

TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA
Ketua DPD LVRI Sumsel, Ramses usai menghadiri Peringatan Hari Veteran Nasional (HARVETNAS) di Auditorium Bina Praja, Rabu (10/8/2022) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Veteran di Sumatera Selatan (Sumsel) merasa kurang diperhatikan pemerintah daerah (Pemda), karena tak ada tunjangan bulanan. 

"Kalau dulu kita ada uang dari Pemda Sumsel, sekarang tidak ada lagi," kata Ketua DPD LVRI Sumsel, Ramses usai menghadiri Peringatan Hari Veteran Nasional (HARVETNAS) di Auditorium Bina Praja, Rabu (10/8/2022)

Menurut Ramses, ia tak mengetahui kenapa tak ada lagi uang dari Pemda untuk Veteran.

Kalau dulu namanya tali kasih Rp 300 ribu per bulan, sekarang tidak ada lagi. 

"Kalau yang dari anggota misal TNI tidak apa-apa karena ada juga pensiunan, kalau yang tidak ada pensiunan kasihan juga hanya dapat tunjangan dari pemerintah pusat," ungkapnya

Ramses yang pernah ikut Perang Seroja membeberkan untuk tunjangan dari pemerintah pusat tak sampai Rp 2 juta, ada yang Rp 1,5 juta ada Rp 1,8 juta.

Kalau dulu kan ada dari Pemda bisa untuk tambahan-tambahan, sekarang tidak ada lagi.

"Untuk total veteran di Sumsel ada 303 orang. Kami mengabdi kepada negara bukan karena uang, tapi pengabdian pada negara itu sudah meniru yang kita lakukan dulu. Dulu kita tidak dapat apa-apa, jiwa raga tetap siap," cetusnya

Menurut Ramses Pensiun TNI AD mengatakan, bahwa ia bersama veteran lainnya sudah melakukan audiensi dengan Pemda, namun tak ada tindak lanjutnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Satoesin, bahwa kini tak ada lagi uang bantuan dari Pemda. Jadi hanya ada tunjangan dari pemerintah pusat dan pensiunan.

"Saya Pensiunan TNI AD, operasi Dwikora yang merupakan perang gerilya di perbatasan Malaysia selama 13 bulan dan juga Kontingen Garuda VIII dikirim dalam rangka misi perdamaian PBB di Timur Tengah paska Perang Yom Kippur antara Mesir dan Israel," katanya

Menurut Satoesin, dukanya ikut perang pisah dengan keluarga.

Baca juga: Gadai di Pegadaian Palembang, Bunga Nol Persen, Catat Ini Syarat dan Ketentuannya

Kemudian harus siap selalu, makan apa adanya dan sering nginap di hutan.

Untuk menjaga stamina harus perbanyak minum saja.

"Pesannya untuk anak muda zaman sekarang harus gigih, mau kerja keras, sabar dan tawakal," kata Satoesin yang sudah berusia 84 tahun
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved