Harga Karet Sumsel

Harga Karet di Lubuk Keliat Ogan Ilir Sumsel Rp 8.500 Per Kg, Naik dari Rp 7.500

Harga Karet di Lubuk Keliat Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan (Sumsel) Rp 8.500 Per Kg, Naik dari Rp 7.500

TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG
Ilustrasi Getah Karet. Update Harga karet di Lubuk Keliat Ogan Ilir Sumsel terbaru. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Harga komoditas karet terbaru di Ogan Ilir Sumsel mengalami fluktuasi setiap pekannya.

Di pekan pertama Agustus 2022, harga karet di beberapa kecamatan di Ogan Ilir mengalami naik-turun.

Seperti di Desa Ulak Kembahang, Kecamatan Lubuk Keliat, harga karet selama satu bulan terakhir berkutat di kisaran Rp 8.500 per kilo.

Kitum, salah seorang petani mengatakan, harga karet di Lubuk Keliat ditetapkan setiap pekan.

"Angka Rp 8.500 ini bertahan pada pekan ini dan beberapa pekan sebelumnya," kata Kitum kepada TribunSumsel.com, Jumat (5/8/2022).

Ada kenaikan dibanding hampir satu bulan lalu, tepatnya Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Juli lalu.

"Waktu Lebaran Idul Adha, harga karet di Lubuk Keliat rata-rata Rp 7.500. Itulah harga terakhir sebelum naik Rp 8.500 seperti hari ini," terang Kitum.

Di kecamatan lainnya di Ogan Ilir, harga karet lebih tinggi dibanding Lubuk Keliat.

Penyuluh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Jaya di Desa Tanjung Dayang Selatan, Ahmad Fauzi mengatakan, harga karet pekan ini mencapai Rp 11.609.

"Harga ini hasil tender tanggal 1 Juli lalu," kata Fauzi dihubungi terpisah.

Harga karet di Tanjung Dayang Selatan ditetapkan setiap dua pekan dan mengalami fluktuasi.

"Sebelumnya, harga karet hasil tender di gapoktan kami mencapai Rp 12.112," terang Fauzi.

Berbeda dengan wilayah Kecamatan Indralaya Selatan, di kecamatan lain di Payaraman, penetapan harga karet dilakukan setiap pekan.

Baca juga: Harga Karet di Ogan Ilir Sumsel Turun, Mulai Rp 9.900 hingga Rp 11.609 per kg

Di Payaraman, harga karet juga mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 10.600 menjadi Rp 9.900 di pekan ini.

"Pekan ini turun cukup jauh. Harga ditetapkan setiap hari Rabu," terang Angsoko, seorang petani karet asal Payaraman.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved