Berita Viral
NASIB Gus Samsudin Padepokan Nur Dzat Sejati Ditutup, Pasien Tak Ada Berobat, Semua Santri Menangis
Gus Samsudin viral setelah pesulap merah yakni Marchel Radhival datang ingin membongkar kebohongan dibalik pengobatannya.
Seketika salah satu murid Gus Samsudin langsung jatuh menangis lantaran terharu.
Baca juga: Padepokan Nur Dzat Sejati Milik Gus Samsudin Kini Ditutup Warga, Kepala Desa Langsung Sikap Tegas
Gus Samsudin dengan sigap langsung duduk sembari menenangkan sang murid yang menangis.
Kemudian beberapa santri yang ikut melihat tersebut lantas ikut menangis.
Gus Samsudin kembali memeluk semua dan meminta mereka untuk bersabar.
Tonton video lengkapnya dibawah ini :
Sebelumnya, Ratusan warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur meminta agar padepokan tersebut ditutup.
Gus Samsudin selama ini dikenal menjalankan praktik pengobatan spiritual.
Dalam beberapa hari terakhir, Gus Samsudin terlibat perseteruan dengan YouTuber muda yang dikenal dengan sebutan Pesulap Merah, menyusul pernyataan Pesulap Merah yang akan membuktikan bahwa kemampuan spiritual Gus Samsudin sebenarnya sebuah tipu daya.
Penjelasan kepala desa
Kepala Desa Rejowinangun Bhagas Wigasto mengatakan, kegaduhan yang timbul dari perseteruan antara Pesulap Merah dan Gus Samsudin telah menyeret warga dan nama Desa Rejowinangun.
“Jadi kenapa warga sampai menghendaki penutupan padepokan Gus Samsudin karena kegaduhan ini ternyata telah menyeret nama desa kami. Desa Rejowinangun di-bully warganet di media sosial karena padepokan itu berada di desa kami,” ujar Bhagas saat dikonfirmasi, Senin (1/8/2022).

Bhagas menduga warganet yang melakukan perundungan terhadap segala hal yang berkaitan dengan Desa Rejowinangun adalah para pengagum dan pengikut akun media sosial Pesulap Merah.
Bahkan, kata dia, sejumlah layanan publik berbasis internet yang dimiliki pemerintahan Desa Rejowinangun sempat diretas. Namun Bhagas tidak memerinci lebih detail perihal tersebut.
Padepokan ditutup
Selain kegaduhan di media sosial, lanjutnya, warga Desa Rejowinangun yang menuntut penutupan padepokan juga menganggap praktik perdukunan berbalut agama yang dijalankan Gus Samsudin telah banyak merugikan orang.