Berita Viral

NASIB Gus Samsudin Padepokan Nur Dzat Sejati Ditutup, Pasien Tak Ada Berobat, Semua Santri Menangis

Gus Samsudin viral setelah pesulap merah yakni Marchel Radhival datang ingin membongkar kebohongan dibalik pengobatannya.

Editor: Moch Krisna
ISt/kolase
Nasib Gus Samsudin Pasca Padepokan Nur Dzat Sejati Ditutup 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Gus Samsudin harus menerima padepokan nur dzat sejati ditutup warga setelah heboh diduga praktik pengobatan menipu.

Gus Samsudin viral setelah pesulap merah yakni Marchel Radhival datang ingin membongkar kebohongan dibalik pengobatannya.

Aksi pertemuan Gus Samsudin dan Marcel Radhival tak berjalan lancar tersebut berimbas pada reaksi masyarakat sekitar.

Baca juga: Detik-detik Gus Samsudin Perlihatkan Kesaktian Keris Petir Miliknya, Pesulap Merah : Ada Tombolnya

Dimana endingnya padepokan nur dzat sejati milik Gus Samsudin harus ditutup sementara.

Gus Samsudin bersama para santrinya
Gus Samsudin bersama para santrinya

Tentunya dengan tutupnya padepokan nur dzat sejati sebagai wadah tempat pengobatan yang dilakukan Gus Samsudin membuat pasien tak ada datang lagi.

Lalu bagaimana nasib Gus Samsudin sekarang?

Berdasarkan penelusuran Tribunsumsel.com di kanal youtube padepokan nur dzat sejati, Rabu (3/8/2022) memperlihatkan momen haru saat Gus Samsudin memberikan wejangan kepada para santrinya.

Pasca padepokan tempat tinggal dihantam masalah berujung dengan penutupan.

Baca juga: KESALAHAN Fatal Gus Samsudin Dikuak, Ustaz Derry Sulaiman : Dia Berakting Bak Punya Karomah Wali

Di menit 33 ,Gus Samsudin meminta untuk para santri tak ikut campur dan hanya fokus untuk belajar dan beribadah.

Gus Samsudin pun meminta untuk santrinya tak ikut terprovokasi.

'Saya sumpah demi allah, tidak menginjinkan satu santri saya pun untuk membalas apalagi sampai bersikap anarkis," ujar Gus Samsudin.

'Harta semua bangunan milik Allah," tambahnya.

Santri Gus Samsudin Menangis
Santri Gus Samsudin Menangis

Lebih jauh Gus Samsudin tak takut dirinya jatuh miskin kembali karena masalah kini terjadi.

"Saya miskin saya siap, saya mati siap, tapi santri tidak boleh ikut campur, santri harus tetap santri," tegasnya.

" Sampean disini dititipkan orang tua untuk mengaji kepada saya, dan saya punya tanggung jawab secara lahir," tutur Gus Samsudin.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved