Pembunuhan di Meritai Banyuasin
'Saya Jengkel Lihat Mereka Ciuman', Bobi Bunuh Kakak Kandung dan Pacar, Pembunuhan di Meritai
Bobi pelaku pembunuhan di Meritai Banyuasin membunuh kakak perempuan dan pacarnya, Minggu (24/7/2022) malam sekira pukul 23.00.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bobi pelaku pembunuhan di Meritai Banyuasin membunuh kakak perempuan dan pacarnya, Minggu (24/7/2022) malam sekira pukul 23.00.
Dua perempuan korban pembunuhan di Meritai Banyuasi ini dihabisi di salah satu rumah dalam Kompleks Dream Land 2 Meritai Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, Minggu (24/7/2022) malam sekira pukul 23.00
Kedua korban pembunuhan di Meritai bernama Hendri Rangkuti Lia Sari (35) dan Meilani (22) yang tewas dengan luka parah di bagian kepala.
Hendri Rangkuti Lia Sari berstatus kakak kandung, sedangkan Meilani adalah kekasih pelaku.
"Saya jengkel, saya melihat mereka ciuman," ujar pelaku saat menjalani pemeriksaan di Unit II Subdit III Ditreskrimum Jatanras Polda Sumsel, Senin (25/7/2022).
Bobi mengaku sudah lama menyimpan dendam kepada kakak perempuannya.
Sebab dulu sang kakak juga berhasil merebut pacarnya.
"Pacar saya yang dulu, sebelum sama yang ini (korban Meilani) juga diambil sama dia. Saya tidak tahu gimana caranya merayu bagaimana. Tapi sudah dua kali dia ambil pacar saya," ungkapnya.

Sempat lama disimpan, amarah itu akhirnya kembali memuncak.
Tepatnya di saat pelaku memergoki pacar dan kakak perempuannya melakukan hal tak pantas di rumah mereka tepatnya di komplek Dream Land 2 Meritai Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, Minggu (24/7/2022) siang.
Kedua korban lalu pergi setelah melihat pelaku marah dan baru kembali saat malam hari sekira pukul 23.00 WIB.
"Saya memang tunggu mereka pulang. Saya sudah kesal," ucapnya.
Baca juga: Diduga Hubungan Sesama Jenis, Motif Pembunuhan di Meritai Banyuasin, Pelaku Serahkan Diri
Dalam kalutan emosi, pelaku yang kesehariannya bekerja sebagai sopir ekspedisi kemudian mengambil dongkrak.
Benda itu lalu dia hantamkan ke arah kedua korban.
"Pertama ke ayuk (kakak perempuan), baru ke pacar saya. Kepalanya saya tutus (pukul)," ungkapnya.