Berita Palembang
'Dia Sehat Waktu Nipu Saya', TNI Gadungan Ditangkap di Palembang, Berlagak Sedih dan Lemas
Erwin Kusuma (53) seorang TNI gadungan ditangkap polisi di Palembang. Dia berlagak sedih dan lemas saat ditangkap polisi.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Vanda Rosetiati
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib juga memberikan kunci sepeda motor para korban yang selama ini sudah dibuat kesal akibat tindak penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh tersangka Erwin Kusuma.
Proses penyerahan kunci juga disaksikan sejumlah PJU Polrestabes Palembang diantaranya Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi dan Kapolsek Kemuning, AKP Fitri Dewi Utami serta Kanit Res Polsek Kemuning, Ipda Al Ihsan Basni.
"Disini saya mengimbau kepada seluruh masyarakat kota Palembang, jangan sampai mudah percaya pada orang yang mengaku-ngaku jadi aparat atau pekerjaan apapun. Cek betul apakah benar atau tidak pengakuannya. Jangan sampai kesempatan melakukan tindak kejahatan malah terbuka lebar bagi pelaku," ujarnya.
"Saya juga mengimbau kepada masyarakat lain terutama di wilayah Kota Palembang untuk melapor bila merasa ada sepeda motornya yang mungkin ada disini (Polsek Kemuning) yang sudah jadi korban dari tersangka EK (Erwin Kusuma)," katanya menambahkan.
Sementara itu selama rilis berlangsung, tersangka terus menunjukkan raut lemas dan berbelit-belit saat ditanya mengenai tindak kejahatan yang sudah dia lakukan.
"Saya pakai uangnya untuk sehari-hari," ujar pria yang mengaku sebagai penjaga keamanan ini.
Sementara itu, reaksi lemas dan pengakuan tersangka langsung dibantah tegas oleh Rio (25) salah satu korbannya yang turut hadir ke Polsek Kemuning.
Pedagang Cilor di SMK N 4 Palembang ini dengan tegas mengatakan, tersangka nampak gagah saat menipunya.
"Waktu itu dia datangi saya ke rumah, katanya, dia petugas TU di SMK 4. Katanya mau borong cilor Rp.600 ribu," ujarnya.
Saat itu tersangka datang ke rumah Rio dengan menaiki ojek online.
Tersangka lalu mengelabui Rio dan meminta untuk diantarkan pulang ke tempat yang dia akui sebagai rumahnya di kawasan Mayor Ruslan Kecamatan IT 2 Palembang.
Sempat ragu, namun akhirnya Rio tak enak hati menolak permintaan itu lantaran korban mengaku akan memborong dagangannya.
"Sampai di depan sebuah rumah, keadaannya terkunci. Di situ dia maksa pinjam motor saya, katanya mau ke simpang depan ambil kunci di istrinya," kata dia.
Rio yang merasa ragu, akhirnya enggan memberikan begitu saja sepeda motornya ke tersangka.
Kemudian aksi tarik-menarik antar keduanya tak bisa terelakkan lagi.
"Waktu itu dia pakai baju dalaman loreng. Bohong dia pura-pura sakit, dia sehat waktu nipu saya," ucap Rio.
Baca berita lainnya langsung dari google news.