Petani Inovatif HUT Tribun Sumsel

Manfaatkan Pekarangan Rumah, Rusdianto Sukses Ajak Pemuda Pengangguran di Kampung Bertani

Rusdianto, seorang pemuda di Lubuklinggau sukses mengajak pemuda di kampungnya menjadi petani dengan memanfaatkan lahan pekarangan.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Rusdianto, seorang pemuda di Lubuklinggau sukses mengajak pemuda di kampungnya menjadi petani dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Rusdianto salah satu petani inovatif di Lubuklinggau yang mendapat penghargaan Petani Inovatif HUT Tribun Sumsel tahun 2022. 

Terbaru Rusdianto dan anggota kelompoknya menanam kacang panjang, dengan memanfaatkan salah satu pekarangan rumah lahan anggota kelompoknya.

Luas lahan pekarangan ini mencapai 12 x 65 M. Umur kacang panjang ini sudah tiga bulan dan kacang tersebut sudah memasuki masa panen yang kedua.

Untuk hasil panen pertama, mereka mampu menjual 1 ton kacang panjang.

"Sekarang sedang kami lakukan perawatan lagi, untuk proses pembungaan yang kedua, panen kedua ini kami targetkan bisa dapat 1,5 ton," ungkapnya.

Namun, karena lokasi pertanian mereka berada di pekarangan rumah, mereka tidak bisa menggunakan pestisida, alasannya karena baunya sangat menyengat dan bahaya untuk kesehatan warga sekitar.

"Untuk pengendalian jamurnya meski tidak pakai pestisida langsung, kami menggunakan jamur jakaba dan trigoderma. Sejauh ini hasilnya cukup terkendali khusus jamur -jamur di batang," ujarnya.

Jamur jakaba adalah salah satu sumber organik yang dijadikan pupuk untuk menyuburkan tanaman. Jamur jakaba umumnya digunakan dalam bentuk pupuk cair yang diaplikasikan ke bagian tanaman.

Sementara Trichoderma adalah jamur penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman lapangan. Trichoderma, sp disamping sebagai organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman.

"Tapi kami masih selingi dengan pestisida, namun rasionya penggunaannya dikurangi supaya baunya tidak terlalu menyengat," ungkapnya.

Setelah melihat tanaman kacang panjang milik kelompok, Rusdianto mengajak TribunSumsel.com untuk melihat tanaman jagung milik Polres Lubuklinggau.

Rusdianto dan anggotanya dipercaya Polres Lubuklinggau dan Dinas Pertanian untuk menggelola tanaman jagung dalam rangka mendukung program Sumsel Mandiri Pangan.

"Untuk yang progam Sumsel mandiri pangan ini lahan yang kita garap 2 hektare, kita targetkan bisa dapat 12 ton jagung pipil kering," tambahnya. 

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved