Petani Inovatif HUT Tribun Sumsel

Manfaatkan Pekarangan Rumah, Rusdianto Sukses Ajak Pemuda Pengangguran di Kampung Bertani

Rusdianto, seorang pemuda di Lubuklinggau sukses mengajak pemuda di kampungnya menjadi petani dengan memanfaatkan lahan pekarangan.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Rusdianto, seorang pemuda di Lubuklinggau sukses mengajak pemuda di kampungnya menjadi petani dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Rusdianto salah satu petani inovatif di Lubuklinggau yang mendapat penghargaan Petani Inovatif HUT Tribun Sumsel tahun 2022. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Pandemi Covid-19 membuat segala bentuk aktivitas masyarakat terbatas.
Namun berbeda yang dilakukan Rusdianto warga RT 04 Kelurahan Margarejo, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Di tengah batasan itu, Rusdianto mampu memberi dampak positif bagi kegiatan pemuda untuk menjadi petani dalam meningkatkan produksi pangan dilingkungan tempat tinggalnya.

Rusdianto sendiri tidak punya basic Pertanian, dirinya seorang dosen yang mengajar di Universitas Bina Insani Kota Lubuklinggau mata kuliah programmer.

Pemuda 34 tahun ini bercerita, awal mula tertarik berkecimpung dalam pertanian saat semua aktivitas belajar mengajarnya dilakukan secara daring.

"Saat libur kuliah kemarin, belajar mengajar hanya dari rumah, akhirnya banyak waktu kosong kami inisiatif karena tinggal di kampung mau kegiatan apa tapi menghasilkan," cerita Rusdianto, Selasa (21/6/2022).

Saat itu banyak pemuda di kampungnya menganggur, namun, tidak satu pun diantara mereka tertarik menjadi seorang petani, meski kedua orang tua mereka adalah seorang petani.

Ditambah dilingkungan tempat tinggal mereka banyak lahan tidur yang belum termanfaatkan dengan maksimal.

Baca juga: Cara Daftar USMB Unsri 2022, Pendaftaran Hingga 30 Juni

Singkat cerita, Rusdianto mengumpulkan teman-teman sebayanya dan menawarkan ide untuk bertani.

"Akhirnya saya mengajak para pemuda untuk membuat kelompok usaha yang menghasilkan dari pertanian dan peternakan," ungkapnya.

Ide dari Rusdianto itu pun disambut baik oleh teman-temannya, sejak saat itu mereka membuat kelompok tani bernama Karya Tunas Muda.

"Gagasan saya itu diterima oleh teman-teman, waktu itu tahun 2020, itu awal mula kami membuat kelompok pertanian," ujarnya.

Dalam perjalanannya Rusdianto dan teman-temannya fokus pada pertanian dengan sistem memanfaatkan pekarangan rumah dan peternakan.

"Awalnya kami menggarap lahan milik satu anggota kelompok, kami menanam terong lalapan, karena terong waktu itu proses perawatannya mudah dan jualnya juga mudah," ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu kelompok Karya Tunas Muda ini anggota kelompoknya mulai membuka lahan garapan masing-masing, meski tetap mempunyai lahan garapan bersama.

"Khusus di sawah kami menanam terong, jagung, dan cabai, sudah beberapa kali kami panen," ujarnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved